liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
February 3, 2023
Wah! Valuasi Unicorn Raksasa Dunia Anjlok Rp 488 Triliun

Jakarta, CNBC Indonesia – Stripe mengalami tahun terburuknya. Valuasi salah satu perusahaan unicorn raksasa itu turun US$32 miliar (Rp488 triliun) hanya dalam waktu 6 bulan.

Menurut The Information, Stripe mengurangi penilaian internal perusahaan sebesar 11%. Setelah revaluasi, total nilai saham Stripe menjadi US$63 miliar.

Bahkan, para investor yang ikut dalam pendanaan terbaru Stripe menggunakan valuasi sebesar US$95 miliar. Pada Maret 2021, Stripe mengumpulkan modal dari Sequoia, Fidelity, dan investor lainnya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Stripe adalah perusahaan fintech raksasa yang berkantor pusat di San Francisco, AS. Total modal yang diperoleh perusahaan rintisan ini mencapai US$2,2 miliar atau sekitar Rp31,6 triliun dalam 18 putaran.

Perusahaan yang didirikan di Irlandia itu telah memangkas valuasinya sebanyak tiga kali. Bisnis fintech Stripe tampaknya terpukul oleh penurunan tajam harga saham teknologi di bursa saham.

Pada bulan November, Stripe memberhentikan 14% stafnya. Hal ini diketahui dalam memo yang ditulis oleh CEO Stripe, Patrick Collison, kepada karyawan.

Dalam memo itu, Collison mengatakan PHK diperlukan di tengah meningkatnya inflasi, kekhawatiran akan resesi yang menjulang, suku bunga yang lebih tinggi, guncangan energi, anggaran investasi yang lebih ketat, dan pendanaan yang ketat.

“Bersama-sama, faktor-faktor ini menandakan bahwa 2022 merupakan awal dari iklim ekonomi yang berbeda,” katanya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Bos besar fintech bilang mudah membocorkan data dari orang Indonesia

(demi)