liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 27, 2023
Viral Cerita tentang Anthony Salim dan 10 Naga 'Qarun' Jokowi

Jakarta, CNBC Indonesia – Beberapa waktu lalu video klip ceramah budaya Emha Ainun Najib alias Cak Nun viral di media sosial. Dalam video tersebut, Cak Nun menyebut beberapa orang sebagai Fir’aun, Haman, dan Qorun.

“Karena Indonesia diperintah oleh Fir’aun bernama Jokowi, oleh Qorun bernama Anthony Salim dan 10 naga. Lalu Haman bernama Luhut,” kata Cak Nun dalam video klip yang dikutip Sabtu (21/1/2023). .

“Negara kita sepenuhnya dikuasai Fir’aun, Haman dan Qorun. Itu semua sistemnya, semua instrumennya, semua alat politiknya semua ada di tangan mereka. Dari uang, ke sistem, ke penguasa, ke apapun,” imbuhnya. . .

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Di antara pernyataan yang menarik perhatian masyarakat adalah Cak Nun yang menyebut Anthony Salim dan keberadaan 10 naga, bukan sembilan naga yang populer.

Perlu diketahui, Anthony Salim adalah pemilik Salim Group yang terkenal dengan bisnis makanannya yang menguasai pasar Indonesia. Di antara merek-merek terkenal itu adalah Indomie, Supermi, Sarimi, Bogasari, Bimoli, hingga Indomaret.

Karena itu, tak heran jika Salim memiliki aset sebesar US$7,5 miliar atau sekitar Rp113 triliun (kurs Rp15.075/US$). Angka kekayaan ini berhasil menjadikannya orang terkaya kelima di Indonesia versi Forbes.

Usaha yang dirintisnya merupakan warisan dari ayahnya, seorang pengusaha besar Indonesia bernama Liem Sioe Liong atau Sudono Salim.

Menurut Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam The Salim Liem Sioe Liong Group: Pilar Bisnis Indonesia Suharto (2014), Salim memulai usahanya di bidang impor barang dan menjadi pemasok barang-barang militer.

Berkat itu, Liem bertemu dengan mantan presiden kedua Indonesia, Soeharto. Kedekatannya dengan Soeharto membawa berkah bagi Liem karena sering terjadi simbiosis mutualisme. Suharto yang melindungi Salim mendapatkan uang dari bisnisnya yang semakin makmur.

Hubungan Salim-Soeharto adalah contoh bagaimana hubungan antara pemerintah dan pengusaha, yang merupakan simbiosis mutualisme yang kemudian menjadi pola umum pada era Orde Baru. Menurut Sri Bintang Pamungkas dalam System of Change Regime Change 2014, simbiosis mutualisme ini melahirkan istilah ‘9 naga’.

‘9 naga’ adalah istilah yang dicetuskan oleh media untuk menyebut para pengusaha yang menguasai perekonomian Indonesia pada masa Orde Baru. Ini bukan grup bisnis atau organisasi jadi tidak ada anggota yang pasti.

Kebanyakan dari mereka hanya menebak-nebak anggota ‘9 naga’. Namun, beberapa nama lain, seperti Aguan juga disebut-sebut sebagai kelompok ‘9 naga’. Ungkapan ‘mendominasi ekonomi’ mengacu pada fakta bahwa besarnya gurita bisnis para pengusaha berdampak pada masyarakat Indonesia.

Meski orde baru runtuh, istilah ‘9 naga’ masih bertahan. Di berbagai media muncul nama-nama Robert Budi Hartono, Rusdi Kirana, Sofjan Wanandi, Jacob Soetoyo, James Riady, Tommy Winata, Anthony Salim, dan Dato’ Sri Tahir yang disebut sebagai ‘9 Naga’.

Beberapa di antaranya menjalankan bisnis orang tuanya, seperti James Riady (pemilik Grup Lippo yang didirikan Mochtar Riady) dan Anthony Salim.

Namun, Cak Nun memanggilnya Qorun atau Qarun. Qarun sebenarnya adalah salah satu kisah yang dijelaskan dalam Alquran.

Dalam kajian Zeki Saritoprak tentang Kisah Qarun (Korah) dalam Al-Qur’an dan Pentingnya Zaman Kita (Kemiskinan dan Kekayaan dalam Yudaisme, Kristen, dan Islam) (2016), kisah dimulai ketika saudara laki-laki Musa, Qarun, mendukung Firaun. Firaun, dia mendapat banyak kekayaan dan dalam sekejap menjadi sangat kaya.

Namun, ketika menjadi kaya, Qarun menjadi sombong. Singkat cerita Tuhan marah dan tenggelam ke dalam tanah beserta semua harta miliknya.

“Saat ini, seseorang dapat berargumen bahwa untuk perkembangan manusia dan kondisi kehidupan yang baik, pengejaran kekayaan diperlukan. […] Dengan mencontohkan Qarun, kita diingatkan bahwa kekayaan adalah kendaraan untuk kebaikan dan pada saat yang sama beban dapat menyesatkan pemiliknya,” tulis Zeki Saritoprak.

Kata-kata Cak Nun hanyalah opini dan spekulasi pribadi. Nyatanya, orang-orang yang tergabung dalam ‘9 naga’ ini tidak bermain politik dan banyak juga yang fokus pada kegiatan filantropis.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Salim Effect, Nilai Transaksi Sesi I Terbesar BUMI Rp 378 Miliar!

(Luc/Luc)