liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
March 29, 2023
Tak Takut, Antropolog Jerman Ini Bongkar Misteri Kuntilanak

Jakarta, CNBC Indonesia – Di Indonesia, hantu bernama kuntilanak mungkin sudah tidak asing lagi. Sosok kuntilanak digambarkan sebagai makhluk mistis perempuan yang menakutkan. Kuntilanak identik dengan pakaian putih, rambut gondrong, dan sering tertawa keras dan menakutkan.

Uraian ini kemudian menimbulkan berbagai pertanyaan tentang asal-usulnya. Pengamat politik dan antropolog Jerman Timo Duile berhasil mengungkap misteri kuntilanak.

Penelitian Timo Duile berjudul “Kuntilanak: Narasi Hantu dan Modernitas Melayu di Pontianak, Indonesia” diterbitkan dalam Jurnal Humaniora dan Ilmu Sosial Asia Tenggara tahun 2020.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Perlu diketahui bahwa kuntilanak tidak hanya ada di Indonesia, tetapi juga di Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam yang menyebutnya Pontianak. Di negara-negara tersebut, kuntilanak atau vampir dianggap sebagai mayat hidup yang mengancam manusia karena tidak dapat menemukan kedamaian setelah kematian.

Penamaan pontianak di Malaysia sebagai kata ganti kuntilanak tidak terlepas dari kaitannya dengan asal usul kota Pontianak. Kata Pontianak sendiri berasal dari bahasa Melayu ‘Ponti’ yang berarti pohon yang tinggi. Asal usul kata ini erat kaitannya dengan kondisi alam di Delta Sungai Kapuas dan Sungai Landak yang menjadi cikal bakal Kota Pontianak.

Nah, di kawasan itu banyak terdapat pohon-pohon tinggi yang dihuni makhluk halus. Roh itu sendiri adalah pandangan umum dalam masyarakat animistik. Roh berbeda dengan dewa dan umumnya memiliki berbagai sifat seperti manusia, ada yang jahat, baik, atau netral. Oleh karena itu mahluk halus dapat hidup bersama dan saling berkomunikasi dengan manusia.

Namun pandangan tersebut berubah ketika Syarif Abdurrahim menebang pohon-pohon tersebut dan menjadikannya pemukiman yang menjadi cikal bakal Kota Pontianak.

Menurut Timo, sejak penggusuran terjadi telah terjadi perubahan nama makhluk halus menjadi vampir atau kuntilanak yang berarti penjaga pohon-pohon tinggi. Hal ini pula yang membuat manusia modern mengidentikkan pohon besar seperti beringin sebagai tempat tinggal setan.

Lalu mengapa semangat ini berubah menakutkan dan identik dengan wanita?

Jawabannya bisa ditemukan dalam kajian sejarawan Nadya Karima Melati berjudul “The Monsterization of Women and Monotheism” (2022). Kepada CNBC Indonesia, Senin (20/2/2023), Nadya yang melakukan penelitian kuntilanak sejak 2013 memberikan jawaban menarik.

Menurut Nadya, pandangan sesat itu terjadi karena munculnya tauhid. Kehadiran tauhid menafikan keberadaan sosok spiritual selain Tuhan. Oleh karena itu, tatapan roh berubah menjadi hantu atau monster.

“Agama monoteistik diperkenalkan bersamaan dengan patriarki. Mereka memperkenalkan konsep ketuhanan maskulin, menggantikan kemudian menghancurkan kepercayaan lokal yang berkaitan dengan roh dan alam,” tulisnya.

Mengubah penampakan makhluk halus menjadi hantu sejalan dengan keterikatan perempuan sebagai hantu. Ini karena wanita pernah mengalami pengalaman mendekati kematian. Sebut saja seperti kelahiran.

Tingginya angka kematian setelah melahirkan membuat perempuan diasosiasikan sebagai hantu. Hal ini tentu saja tidak bisa dibiarkan.

Meski begitu, citra kuntilanak sebagai wanita seram sudah mengakar karena sering dipopulerkan lewat film dan cerita misteri. Dan sulit untuk mengubahnya kembali.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Ada “Kiamat” Baru di Jerman: Para Pekerja yang Hilang

(ha ha)