liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 26, 2023
Tak Diduga, Ternyata Sumur Tua Ini Masih Simpan 'Harta Karun'

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah berencana meningkatkan produksi minyak melalui berbagai cara, salah satunya melalui pengembangan sumur minyak di Blok Rokan, Riau.

Hadi Ismoyo, Praktisi Migas sekaligus Ketua Alumni Teknik Perminyakan ITB, mengatakan dari sekian banyak blok produksi yang ada, setidaknya hanya Blok Rokan yang bisa diandalkan untuk meningkatkan produksi minyak tanah air.

Pasalnya, blok ini masih memiliki banyak potensi untuk dikembangkan. “Event KKKS lainnya termasuk Blok Cepu tinggal menunggu penurunan dan program kerja sumur, tambahan proyek hanya menahan laju penurunan produksi,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (19/1/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Menurut Hadi, Blok Rokan memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki blok produksi minyak lainnya. Diantaranya, Formasi Telisa, reservoir yang rapat dengan teknologi Horizontal Well Multistage Fracturing (HW-MSF) akan mampu meningkatkan produksi secara berlapis di seluruh Rokan. Apalagi sampai saat ini beberapa belum dieksploitasi.

“Selain fracking, investasi yang diperlukan untuk ini juga program banjir air. Sumber dayanya lebih dari 1 miliar barel,” ujar Hadi.

Selain itu, Blok Rokan masih memiliki potensi Minyak dan Gas Non Konvensional (MNK) untuk dikembangkan lebih lanjut. Dimana cadangan MNK diproyeksikan relatif besar.

“Pengembangannya sama dengan Telisa, yaitu HW-MSF. Pertamina akan mencoba menggali potensi tersebut pada 2023,” ujarnya.

Berikutnya adalah potensi peningkatan produksi dari penggunaan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) di Blok Rokan. Dia juga menyayangkan implementasi teknologi EOR di Blok Rokan yang masih lamban.

“Pada titik ini, masalah komersial harus diselesaikan sesegera mungkin dalam koridor perhitungan inbound dan solusi win-win. Secara radikal, jika Anda harus beralih dari Gross Split ke Cost Rec, mengapa tidak? Itu harus diterapkan dengan hati-hati, ” dia berkata.

Sebelumnya, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), operator Blok Rokan di Riau, baru saja menemukan cadangan minyak baru yang berpotensi menghasilkan minyak hingga ribuan barel per hari.

Penemuan cadangan ini diperoleh dari empat sumur utama, yakni lapangan Minas, Petani, Benar, dan Besekap. Potensi produksi bisa mencapai 1.000-1.400 barel per hari (bph).

Direktur Utama PHR Jaffee A. Suardin mengatakan sumur ini otomatis menjadi prioritas dalam kegiatan pengeboran karena melebihi target rata-rata awal ratusan barel per sumur. PHR bertujuan untuk mengebor 592 sumur pada tahun 2023.

Empat sumur yang menjadi primadona di awal tahun ini berada di sekitar sawah yang ada. Namun, berkat pencarian jarak jauh dan pencarian yang agresif, menurut dia, PHR berhasil menemukan potensi minyak di lapisan-lapisan yang belum teridentifikasi sebelumnya.

“Dengan pola kerja skala besar dan agresif, PHR memberikan keleluasaan untuk menerapkan metode ‘out of the box’ untuk mendapatkan hasil terbaik dari setiap bidang. Kesuksesan PHR di awal tahun ini tidak lepas dari penerapan teknologi juga sebagai kejelian dan kreatifitas para insinyur PHR dalam mencermati potensi cadangan minyak di Wilayah Kerja Rokan,” katanya dikutip dari keterangan resmi perusahaan, Selasa (17/01/2023).

Dijelaskannya, Padang Minas menemukan cadangan baru menggunakan kajian GGRP mendalam dengan menyasar wilayah yang belum ditembus sumur eksisting di sekitar.

Begitu juga di Ladang Peladang, dengan mempelajari target reservoar lebih dalam pada lapisan ikatan pasir yang belum pernah dieksploitasi secara besar-besaran sebelumnya.

Selain mempercepat pengeboran di lapangan-lapangan besar, PHR juga mengevaluasi kembali data seismik dan sumur-sumur di lapangan-lapangan kecil yang sebelumnya terbengkalai namun masih memiliki potensi minyak yang signifikan.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Catatan! Pipa Minyak Blok Rokan 100% Selesai Akhir Tahun Ini

(hai/hai)