liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 27, 2023
Seram, Dalam Sebulan Covid-19 'Bunuh' 60.000 Orang di China

Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas kesehatan China melaporkan hampir 60.000 kematian terkait dengan Pandemi Covid-19 bulan lalu.

Angka kematian yang besar tersebut merupakan yang pertama dirilis oleh pemerintah China sejak pelonggaran pembatasan virus pada awal Desember 2022.

Secara rinci, China mencatat 59.938 kematian terkait Covid antara 8 Desember 2022 hingga 12 Januari 2023.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Data tersebut diungkapkan Kepala Biro Administrasi Medis di bawah Komisi Kesehatan Nasional, Jiao Yahui, dalam konferensi pers hari ini, Sabtu (14/1/2023), waktu setempat.

Namun, AFP melaporkan, jumlah korban tewas hanya mengacu pada kematian yang tercatat di fasilitas medis, dengan jumlah total kemungkinan lebih tinggi.

Jiao mengatakan jumlah kematian ini termasuk 5.503 kematian akibat gagal napas langsung akibat virus tersebut, dan 54.435 kematian akibat penyakit penyerta serta Covid.

Beijing sebelumnya telah merevisi metodologinya untuk mengkategorikan kematian akibat Covid. Caranya adalah dengan menentukan dan menghitung hanya mereka yang meninggal karena gagal napas yang disebabkan oleh virus tersebut.

Namun hal ini dikritik oleh Organisasi Kesehatan Dunia, yang mengatakan definisi baru tersebut “terlalu sempit”.

Kepala WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan lembaganya terus “meminta China untuk menerbitkan data yang lebih cepat, teratur, dan andal, terutama mengenai jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit, dan kematian, serta pengurutan virus.”

Pada hari Sabtu pejabat kesehatan China mengatakan usia rata-rata mereka yang meninggal adalah 80,3 tahun, dengan lebih dari 90 persen kematian di atas usia 65 tahun.

Sebagian besar dari mereka yang meninggal dikatakan memiliki riwayat komorbiditas dan kondisi yang mendasarinya, dan jutaan orang berusia di atas 60 tahun di China tidak divaksinasi.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Oh Xi Jinping! Covid China Meningkat, Transparan 30 Ribu Per Hari

(des)