liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 27, 2023
Program AI China Bikin AS Khawatir

Jakarta

Direktur Biro Investigasi Federal AS (FBI), Christopher Wray mengatakan sangat prihatin dengan perkembangan program kecerdasan buatan (AI) Cina. mengapa?

Menurut Wray, perkembangan program AI China menakutkan karena tidak dibatasi oleh aturan hukum. Hal itu disampaikannya dalam diskusi panel di World Economic Forum di Davos, Swiss.

Selain itu, menurut Wray, pemerintah China telah membangun ambisinya atas kekayaan intelektual dan data sensitif yang telah dicurinya selama bertahun-tahun.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Menurutnya, kemampuan AI China dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan para hackernya saat mencuri data penting lainnya, atau melakukan berbagai tindakan represif untuk menutup kebebasan berbicara warga China, seperti dikutip detikINET dari Fortune, Jumat (20/10). /1/2023).

“Itulah yang paling membuat kami khawatir, dan saya pikir semua orang di sini harus sangat peduli tentang itu,” kata Wray.

Wray melanjutkan dengan mengatakan bahwa AI adalah contoh klasik di mana teknologi dapat mengejutkan manusia dengan kemampuannya.

Kekhawatiran Wray telah lama disuarakan di AS. Pada Oktober 2021, misalnya, pejabat kontraintelijen AS mengeluarkan peringatan kepada eksekutif perusahaan, akademisi, dan pemerintah daerah di AS tentang ambisi China dalam mengembangkan AI. Kaitannya adalah agar mereka berhati-hati dalam menerima investasi atau bantuan dari China di industri-industri utama.

Kemudian pada Januari 2021, komisi AI yang dipimpin oleh mantan CEO Google Eric Schmidt meminta AS meningkatkan kemampuan AI-nya untuk bersaing dengan China, termasuk mengembangkan senjata berbasis AI.

Saat itu Schmidt mengatakan bahwa peraturan privasi yang lemah dan populasi yang besar merupakan keuntungan bagi China dalam mengembangkan teknologinya. Oleh karena itu, pemerintah harus semakin mendukung sektor swasta Amerika untuk bertahan dari serangan China.

“Pemerintah AS perlu membantu dengan beberapa bentuk pendanaan dan kami perlu membiarkan sektor swasta membangunnya dan membuatnya berhasil,” tambah Schmidt.

Tonton Video “Pria Bersenjata Mencoba Membobol Gedung FBI”
[Gambas:Video 20detik]

(asj/fay)