liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
March 31, 2023
PPATK Akhirnya Bongkar Misteri Transaksi Rp 300 T, Penasaran?

Jakarta, CNBC Indonesia – Akhirnya misteri yang muncul dari mulut Menko Polhukam Mahfud MD terkait transaksi mencurigakan Rp 300 triliun terungkap. Misteri ini telah memicu rasa ingin tahu orang.

Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Ivan Yustiavandana terus mendatangi Kementerian Keuangan untuk memberikan penjelasan.

“Jadi tadi kita fokus membahas, membahas statement terkait transaksi yang diketahui Rp 300 triliun,” kata Ivan usai rapat di Gedung Djuanda Kementerian Keuangan, Selasa (14/3/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

PPATK membantah bahwa transaksi mencurigakan tersebut merupakan kegiatan pegawai Kementerian Keuangan, sebagaimana tersebar di masyarakat. “Kami temukan terkait dengan pekerja, tapi nilainya tidak terlalu besar, nilainya sangat minim,” ujarnya.

Ivan menjelaskan, dalam UU no. 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Kementerian Keuangan merupakan salah satu penyidik ​​tindak pidana asal. PPATK wajib melaporkan apabila terdapat kasus atau transaksi mencurigakan yang berkaitan dengan perpajakan dan kepabeanan.

“Kasus-kasus ini logikanya nilainya sangat besar, yang kemarin kita sebutkan Rp 300 triliun. Dalam kerangka ini harus dipahami bahwa ini bukan penyalahgunaan wewenang atau korupsi yang dilakukan oleh pejabat Kementerian Keuangan,” katanya. dijelaskan.

“Tapi ini lebih kepada tusi (tugas dan fungsi) Kemenkeu yang menangani kasus tindak pidana asal yang menjadi tugas kami, ketika kami melakukan hasil analisis, kami sampaikan ke Kemenkeu untuk ditindaklanjuti. ,” jelas Ivan.

Inspektur Jenderal Kementerian Keuangan Awan Nurmawan menambahkan informasi ini penting untuk diketahui publik. Terkait informasi pegawai yang memiliki transaksi mencurigakan, akan dilakukan pemeriksaan sesuai ketentuan.

“Jadi jelas, pada prinsipnya angka Rp 300 triliun itu bukan angka korupsi atau pencucian uang yang dilakukan pegawai di Kementerian Keuangan,” kata Awan.

“Terkait informasi pegawai kita tindaklanjuti dengan baik, benar, kita tuntut, dan sebagainya. Pada dasarnya ada kerjasama antara Kemenkeu dengan PPATK jadi cair,” ucapnya lagi.

Seperti diketahui, Mahfud MD melontarkan pertanyaan soal transaksi mencurigakan saat berpidato di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia, Yogyakarta, Rabu (8/3/2023).

Mahfud pun memberikan penjelasan setelah data yang ia bagikan menjadi viral. Menurut dia, data tersebut merupakan laporan yang telah dikumpulkan sejak 2009 dan telah disampaikan ke Kementerian Keuangan. Padahal, transaksi tersebut merupakan bagian dari pencucian uang.

Mahfud mengungkapkan, sebagian besar transaksi berasal dari pegawai di Direktorat Jenderal Pajak dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

“Pergerakan mencurigakan Rp 300 triliun di Kementerian Keuangan yang sebagian besar ada di Ditjen Pajak dan Bea Cukai,” ujar Mahfud.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Mahfud Soal Transaksi Rp 300 T di Kementerian Keuangan: Itu Pencucian Uang

(ha ha)