liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 26, 2023
Setelah Diasuh Sandiaga Uno, Empat Perusahaan Ini Pede IPO

Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah dilakukan racing dan print top auto reject (ARA) sebanyak 4 kali, saham distributor minuman beralkohol yaitu PT Hatten Bali Tbk (WINE) terpantau mulai melakukan koreksi dan pencetakan bottom auto reject (ARB) pada perdagangan sesi I Senin. (16/1/2023) ).

Per pukul 09:44 WIB, saham WINE anjlok 6,79% ke posisi Rp 302/saham. Padahal, saham WINE menyentuh ARB pagi ini.

Hingga hari ini, saham WINE telah diperdagangkan sebanyak 798 kali dengan total 5,74 juta saham dan nilai transaksi Rp 1,76 miliar.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Hingga pukul 09:44 WIB, ada 182.566 lot yang siap dijual dengan harga Rp 302/saham. Namun pada order bid atau buy sudah tidak tercantum lagi antrean beli yang menandakan saham WINE telah menyentuh ARB.

Investor tampaknya mulai menyadari keuntungannya setelah saham WINE menyentuh ARA sebanyak 4 kali sejak perdagangan pertamanya pada 10 Januari.

Meski sempat tenggelam dan mulai menyentuh ARB pagi ini, saham WINE mencatatkan kenaikan 134,11% dari harga penawaran perdana Rp 129/saham.

Sebelumnya, perseroan telah menerbitkan 678 juta saham atau setara dengan 25,02% dari modal disetor dan ditempatkan penuh.

Perusahaan ini didirikan pada tahun 2000 dan merupakan pelopor wine di Indonesia dan di Asia, yang telah berhasil membangun dan memelihara budidaya anggur lokal, maupun anggur internasional di lahan sendiri atau bekerjasama dengan petani lokal dan pembuatan wine yang sukses diperkuat dengan banyaknya pengakuan internasional. melalui penghargaan kompetisi anggur yang diterima.

Sebelum IPO, saham perseroan tercatat dimiliki oleh Ida Bagus Rai Budarsa 50% dan PT Gotama Putra 50%. Ida Bagus Rai Budarsa atau Gus Rai adalah Presiden Direktur Hatten Bali.

Dia menjelaskan, dengan berkembangnya produk dan minat industri ini di Indonesia, langkah perseroan masuk ke BEI melalui IPO merupakan bagian dari strategi untuk meningkatkan kapasitas pembiayaan perseroan dan tata kelola yang lebih baik.

“Kami optimistis dengan prospek bisnis dan pertumbuhan pendapatan perusahaan saat ini, terutama dengan mempertimbangkan tren konsumsi wine kelas menengah ke atas dan tingkat pertumbuhan yang semakin meningkat dalam peningkatan jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. lebih besar,” kata Gus Rai dalam keterangan resmi, Selasa (10/1/2019).

Selama masa penawaran umum 03 – 06 Januari 2023, saham WINE mendapat animo yang relatif positif dari investor dan seluruh saham yang ditawarkan terserap dengan baik.

Dari aksi korporasi ini, WINE akan mendapatkan dana segar sebesar Rp 87,46 miliar, dimana dana yang diperoleh perseroan dari IPO tersebut akan digunakan terutama sebagai modal kerja untuk pengembangan usaha.

Penafian: Berita ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca untuk membeli atau menjual saham terkait. Keputusan investasi sepenuhnya terserah Anda, dan CNBC Indonesia tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Produser WINE Ingin IPO! Bukan Syariah, Tapi Menarik Bukan?

(chd/chd)