liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
February 3, 2023
Perhatian! 5 Daerah Ini Tak Bisa Lagi Beli LPG 3 Kg di Warung

Jakarta, CNBC Indonesia – PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), saat ini sedang melakukan uji coba penyaluran tabung 3 kg bersubsidi di lima kabupaten di Indonesia.

Pembelian elpiji 3 kg oleh warga di lima mukim tidak bisa lagi melalui pengecer yang tidak terdaftar di Pertamina. Pembelian LPG 3 kg hanya dapat dilakukan melalui distributor/sub distributor resmi Pertamina.

Hal itu diungkapkan Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting. Irto mengatakan, uji coba ini dilakukan untuk mencocokkan data pembeli elpiji 3 kg dengan data yang diberikan pemerintah terkait warga yang berhak menerima subsidi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Ia mengungkapkan, data yang digunakan adalah Data Sasaran Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Ekstrim (P3KE). Kemudian, alih-alih mencocokkan data, poin validasi akan dievaluasi.

“Saat ini kami masih melakukan uji coba di 5 kabupaten, dan yang kami lakukan adalah mencocokan data antara data pembeli dengan data P3KE dari pemerintah. Nanti kami akan menilai titik verifikasinya,” ujar Irto kepada CNBC Indonesia, Selasa (17/1/2023).

Sayangnya, Irto tidak menyebutkan kabupaten mana saja yang sudah diuji. Namun, berdasarkan informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), uji coba skema penyaluran LPG 3 kg setidaknya dilakukan di lima kabupaten yang tersebar di empat kota, yakni Batam, Tangerang, Mataram, dan Semarang.

Pada tahun 2022, Pertamina juga melakukan perluasan penyalur resmi LPG 3 kg sebanyak 22 ribu titik. Sebab, jumlah distributor kecil resmi sudah mencapai 233 ribu basis di seluruh Indonesia.

“Kami telah menambah dan memperluas 22.000 distributor kecil pada tahun 2022, sehingga jumlah distributor kecil menjadi lebih dari 233.000 basis,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, saat ini setiap pembelian elpiji 3 kg di pangkalan resmi sudah dicatat secara manual di log book. Namun ke depannya, pencatatan ini akan dilakukan secara digital, masuk ke dalam sistem teknologi informasi (TI).

“Sekarang kalau mampir ke pangkalan resmi ada logbook, pembeli dicatat manual. Nanti akan tercatat secara digital di sistem,” ujarnya.

Ia mengatakan, hal itu dilakukan agar penyaluran elpiji bersubsidi 3 kg lebih tepat sasaran.

Seperti diketahui, Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk meningkatkan skema distribusi LPG 3 kg. Hal itu dilakukan agar konsumsinya tepat sasaran bagi masyarakat miskin yang berhak menerima subsidi.

Subsidi akan diarahkan berbasis penerima, berbeda dengan berbasis komoditas selama ini. Rencana kebijakan penyaluran LPG 3 kg bersubsidi tertuang dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF) 2023.

“Arah kebijakan subsidi energi tahun 2023 akan melanjutkan transformasi subsidi LPG 3 kg berdasarkan target penerima melalui integrasi dengan bansos,” tulis KEM PPKF yang diterbitkan Kementerian Keuangan Desember 2022 lalu.

Transformasi subsidi elpiji 3 kg dilakukan untuk meningkatkan ketepatan sasaran dengan membatasi kelompok masyarakat yang dapat mengambilnya, sehingga hanya masyarakat miskin yang menikmatinya. Hal ini sejalan dengan ketentuan subsidi dalam UU Energi Nomor 30 Tahun 2007.

Selain fakir miskin, mengacu pada Keppres No. 104 Tahun 2007, subsidi LPG 3 kg juga diberikan kepada rumah tangga dan usaha mikro. Dan berdasarkan Keputusan Presiden No. 38 Tahun 2019, LPG bersubsidi juga dapat dinikmati oleh nelayan dan petani kecil.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), pada tahun 2021 akan ada 82% rumah tangga di Indonesia yang menggunakan LPG sebagai bahan bakar utama untuk memasak. Persentase tersebut meliputi rumah tangga yang menggunakan tabung elpiji 3 kg, 5,5 kg dan 12 kg.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Harga Gas Bumi Naik, Masih Lebih Murah Dari Elpiji, Lho Bund

(pgr/pgr)