December 2, 2022
Perang Baru Bisa Pecah Gegara Pelat Nomor, 'Neraka di Bumi'

Jakarta, CNBC Indonesia – Ternyata masalah pelat nomor kendaraan bisa berdampak pada putusnya hubungan. Setidaknya itulah yang terjadi di Kosovo yang memisahkan diri dari Serbia.

Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan situasi di provinsi Kosovo bisa berubah menjadi “neraka di bumi” jika otoritas lokal tidak membatalkan rencana mereka untuk melarang plat nomor Serbia.

Vucic juga berencana untuk mengadakan pertemuan yang diatur oleh Uni Eropa di Brussel dengan pemimpin Kosovar Albin Kurti dalam upaya terakhir untuk mencegah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Kami akan melakukan segalanya untuk mencegah perang, tapi itu tidak bergantung pada kami,” kata Vucic kepada TV Prva, dikutip Russia Today, Senin (21/11/2022).

“Dalam kasus seperti itu, Serbia akan bersama rakyatnya, dan Serbia akan mempertahankan rumah mereka,” tambahnya.

Rencana kontroversial Kosovo untuk mengeluarkan pelat nomor yang dikeluarkan Serbia telah menjadi sumber ketegangan yang terus berlanjut antara Beograd dan Pristina selama berbulan-bulan. Berdasarkan rencana tersebut, yang mempengaruhi sekitar 10.000 pengemudi di wilayah tersebut, pelat harus diganti dengan pelat yang dikeluarkan oleh Kosovo paling lambat 21 April tahun depan.

Pengemudi yang tidak mematuhi akan mendapat peringatan terlebih dahulu, sebelum didenda 150 euro di tahap kedua, dan terakhir pelat nomor dan kendaraannya akan disita seluruhnya.

Sementara itu, upaya untuk menegakkan aturan tersebut pada bulan Juli mengakibatkan pertempuran antara Serbia dan Kosovo.

Pada awal November, puluhan pegawai pemerintah etnis Serbia di Kosovo mengundurkan diri setelah seorang kepala polisi setempat dipecat oleh Pristina karena menolak menegakkan peraturan plat nomor.

Baik Serbia maupun Kosovo, yang tidak diakui sebagai negara merdeka oleh PBB, tidak mempertimbangkan untuk bergabung dengan UE. Namun, tujuan mereka saling eksklusif, karena Pristina merencanakan aksesinya sebagai negara merdeka, sementara Beograd melihat Kosovo sebagai bagian dari Serbia.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Bukan Ukraina, Media China Ungkap Target Perang Rusia Lainnya

(Luc/Luc)