liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 26, 2023
Penjelasan Ilmiah Tanah Arab Menghijau Tanda Kiamat

Jakarta

Fenomena penghijauan beberapa bagian Arab Saudi akhir-akhir ini membuat masyarakat di berbagai negara ramai membicarakannya. Lebih mengejutkan lagi, fenomena alam yang langka ini dikaitkan dengan tanda-tanda apokaliptik.

Jika dilihat dari citra satelit, kawasan Arab Saudi yang terkenal dengan gurun gersang dan tandus itu tampak menghijau setelah diguyur hujan lebat beberapa waktu lalu.

Saudi Press Agency juga melaporkan bahwa pemandangan pegunungan Mekkah tampak rimbun. Fenomena ini banyak dibagikan oleh warga setempat di media sosial, hingga berita ini menjadi viral dan menuai beragam komentar dari warganet.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dalam Islam memang ada hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim yang menyebutkan bahwa Nabi Muhammad pernah bersabda,

“Kiamat tidak akan terjadi sampai tanah Arab menjadi subur dan makmur kembali dengan padang rumput dan sungai.” (HR Muslim).

Semenanjung Arab Kuno

Alfred Kroner, ahli geologi dari Johannes Gutenberg Institute of Geosciences-University Germany, mengatakan Jazirah Arab kuno memang tanah subur dengan padang rumput dan banyak sungai seperti yang digambarkan dalam buku Mausu’ah al-Ijaz al-Qur’ani karya Nadiah . Tharayyarah.

Ia mengatakan, jika tanah di Jazirah Arab digali, akan ditemukan jejak-jejak yang membuktikan bahwa kawasan itu dulunya adalah tanah hijau. Salah satunya ditemukan di daerah bernama al-Faw di bawah gurun Rub’ al-Khali.

Saat ini banyak penelitian arkeologi dilakukan mengenai hal ini. Misalnya, proyek Arab Hijau, di mana para ilmuwan mencari sumber daya hijau di daerah tersebut.

Kroner menjelaskan bukti ilmiah mengapa Jazirah Arab yang tadinya hijau bisa berubah menjadi tanah gersang dan mungkin menjadi hijau kembali. Berdasarkan kajiannya terhadap sejarah Bumi, hal ini terjadi karena Jazirah Arab pernah mengalami fase zaman es.

Fase ini terjadi ketika sejumlah besar air laut berubah menjadi es dan berkumpul di Kutub Utara yang membeku, kemudian bergerak perlahan ke arah selatan. Gerakan ini akan mempengaruhi kondisi tanah di sekitarnya.

Berdasarkan penelitian modern, Bumi mengalami zaman es sekitar 100 ribu tahun yang lalu. Setelah itu, Bumi berada dalam periode interglasial atau pemanasan yang berlangsung selama 10 hingga 20 ribu tahun.

Hujan deras

Penjelasan ilmiah di balik penghijauan Arab Saudi baru-baru ini adalah karena hujan lebat. Menurut ilmuwan iklim dan profesor hidrologi dari Utrecht University Michelle van Vliet, tingginya curah hujan berkaitan dengan perubahan kondisi cuaca.

“Arab Saudi memiliki iklim gurun dan beberapa tempat semi-kering. Di daerah sekitar Mekkah, curah hujan rata-rata 112 milimeter per tahun. Biasanya hujan di sekitar Mekkah cukup sedikit, jauh lebih sedikit dibandingkan bulan-bulan terakhir,” katanya.

Ia menambahkan, curah hujan di berbagai daerah tidak hanya berubah secara ruang, tetapi juga dalam waktu. Artinya, ketika terjadi hujan yang sangat deras di satu daerah, terjadi kekeringan yang sangat parah di daerah lain.

“Dan faktanya cuaca ekstrim semakin parah dan juga terkait dengan perubahan iklim,” tambah Van Vliet.

Juru bicara Pusat Meteorologi Nasional Pemerintah Arab Saudi Hussain Al-Qathani mengatakan bahwa sebagian besar Arab Saudi mengalami hujan dari 8 hingga 10 Januari 2023.

Sementara itu, The Islamic Information mencatat curah hujan tinggi dalam jangka waktu lama di Arab Saudi sejak Desember 2022, dengan laju yang sama dan hampir terus menerus.

Hujan tidak hanya mengguyur kota Makkah, tetapi di beberapa kota lain termasuk Jeddah dan Madinah. Curah hujan yang melimpah ditambah dengan cuaca yang hangat, memudahkan tanaman untuk tumbuh, dan inilah alasan hijaunya kawasan Arab Saudi.

Tonton Videonya “Banjir Muncul di Mekkah, Mobil Hancur!”
[Gambas:Video 20detik]

(rns/afr)