liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 27, 2023
Pengamat soal Serial Killer di Bekasi-Cianjur: Nyata, Bukan Film

Jakarta

Polisi telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut pembunuh berantai (Pembunuh berantai) di Bekasi-Cianjur. Ketiga tersangka pembunuh berantai tersebut adalah Wowon Erawan (Aki), Solihin (Duloh) dan M. Dede Solehuddin.

“Berdasarkan pengakuan telah melakukan perjalanan untuk memperjuangkan pembunuhan. Ternyata korban yang meninggal di Bekasi dibunuh karena tersangka diketahui melakukan kejahatan lain. Apalagi kejahatan itu, mereka melakukan pembunuhan berantai. atau yang biasa disebut Pembunuh berantai dengan motif janji-janji yang dikemas dengan kemampuan supranatural untuk membuat orang sukses atau kaya raya,” kata Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran.

Akibat pembunuhan berantai itu, sembilan nyawa melayang. Lebih kejam lagi, mereka mengincar orang-orang terdekat. Pengamat Media Sosial Hariqo Satria dari Komunikonten mencoba melihat kasus ini dari sudut pandangnya. Menurutnya, konten yang membuat orang marah, kecewa, atau terkejut adalah konten yang paling berpotensi dijawab oleh pengguna media sosial.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Berbagai macam emosi (sedih, marah, dll) hadir dalam konten terkait pembunuhan dukun di Bekasi. Tanggapan (komentar dan lain-lain) satu orang netizen di media sosial bisa mempengaruhi netizen lain, dan komentarnya tergantung latar belakang dan tujuannya,” kata Hariqo.

Masih kata Hariqo, istilah ‘Pembunuh berantai Bekasi‘ digunakan oleh netizen dan berita utama di media untuk menyebut istilah film. Ia juga menambahkan bahwa kisah tak terduga ini membuat orang merasa bahwa ini adalah peristiwa yang hanya bisa terjadi di film.

“Masyarakat membayangkan dukun tersenyum ramah saat ada yang datang minta uang dilipatgandakan. Jadi nasabah datang menyerahkan uang dan nyawa sekaligus. Imajinasi ini membuat warganet mengatakan ‘ini seperti film’. Maksudnya, kok bisa ada orang seperti itu, berkepribadian aneh,” ujarnya.

“Tapi tetap perlu diinformasikan bahwa kejadian di Bekasi itu fakta, bukan film. Agar masyarakat waspada dan paham bahwa orang yang bengis, kejam, dan ramah itu memang ada,” lanjut Hariqo.

Pelajaran lain bagi warganet, Hariqo menyarankan untuk berpikir lebih dalam untuk langkah antisipasi. Pikirkan tentang bagaimana mencegah kasus serupa terjadi pada diri Anda dan orang yang Anda cintai. Salah satu yang bisa dilakukan adalah terus berpikir kritis dan tidak mudah termakan rayuan dan kekayaan instan.

Simak Video “Penemuan Terbaru Kasus Wowon cs ‘Serial Killer’, Ada Uang Masuk Rp 1 Miliar”
[Gambas:Video 20detik]

(ditanya/ditanya)