liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 27, 2023
Penemuan Langka 256 Telur Dinosaurus di India Ungkap Hal Menarik

Jakarta

Ilmuwan paleontologi menemukan penemuan langka di India tengah berupa 92 sarang dan 256 telur. telur Dinosaurus. Fosil tersebut mewakili koloni titanosaurus, dinosaurus pemakan tumbuhan raksasa.

Seperti dikutip detikINET Dari CNN, telur seukuran bola bowling itu berasal dari habitat dinosaurus yang hidup sekitar 66 juta tahun lalu. Setiap kopling berisi antara 1 dan 20 telur. Lokasi banyak sarang didekatnya.

“Karena titanosaurus sangat besar, kedekatannya dengan sarang membuat mereka tidak mungkin mengunjunginya karena mereka akan menginjaknya,” kata pemimpin studi Guntupalli Prasad dari University of Delhi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Menemukan fosil telur dinosaurus adalah kejadian langka. Ini karena kondisi khusus diperlukan agar telur dapat bertahan hidup dan menjadi fosil selama jutaan tahun. Ratusan telur Dinosaurus Yang ditemukan dalam kondisi baik sehingga cukup banyak yang bisa diperiksa.

Dari penelitian tersebut disimpulkan bahwa ciri-ciri titanosaurus dalam bertelur mirip dengan buaya dan burung yang ada saat ini. Misalnya, dinosaurus ini bertelur bersama dalam koloni, seperti yang dilakukan banyak burung modern.

Penemuan telur ovum-in-ovo, atau telur dengan lapisan yang berbeda dari cangkangnya, menunjukkan bahwa dinosaurus ini memiliki telur yang mirip dengan telur burung. Namun di sisi lain, pola sarangnya mirip dengan buaya.

Para peneliti percaya telur-telur itu sebagian terkubur di liang dangkal, seperti buaya modern, dan diinkubasi menggunakan radiasi matahari dan panas bumi.

Sebaliknya, tidak seperti burung dan buaya, titonasaurus ternyata tidak mengerami telurnya di dalam sarang. Mereka membiarkan saja dan membiarkan anak tumbuh dengan sendirinya, meski hal ini masih perlu kajian lebih lanjut.

Tonton Video “Dijual Rangka Dinosaurus Kecil, Tinggi 1,3 Meter”
[Gambas:Video 20detik]

(fyk/asj)