December 1, 2022
Pembatasan Harga Gas Bikin Uni Eropa Terpecah Belah!

Jakarta, CNBC Indonesia – Komisi Eropa berencana untuk memperkenalkan batas harga gas selama satu tahun mulai 1 Januari 2023. Usulan tersebut tertuang dalam draf regulasi yang dilihat Reuters.

Namun, usulan untuk membatasi harga gas telah dikritik oleh anggota UE selama berbulan-bulan, bahkan membagi suara setiap anggota UE.

Seorang pejabat Uni Eropa mengatakan Komisi Eropa akan mengusulkan harga yang lebih tinggi dari yang diinginkan pendukung.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Seorang diplomat dari kubu itu mengatakan mayoritas mengharapkan batas harga sekitar 150-180 euro per Mega Watt hour (MWh) yang dilakukan beberapa kali dalam setahun.

“Kalau tidak, kami akan memiliki batasan di atas kertas yang dalam praktiknya tidak akan pernah berhasil,” kata diplomat itu, yang berbicara tanpa menyebut nama. Reuters, Selasa (22/11/2022).

Rancangan undang-undang Komisi Eropa yang harus disetujui oleh negara-negara UE menetapkan mekanisme koreksi pasar ini untuk menghindari terulangnya lonjakan harga yang terjadi Agustus lalu.

Pada tanggal 26 Agustus harga untuk bulan berikutnya mendekati 314 euro per MWh dan tetap di atas 225 euro per MWh untuk minggu kedua berturut-turut.

Para menteri Uni Eropa akan memperdebatkan formula batas harga pada hari Kamis, termasuk tingkat plafon yang sesuai, serta ukuran kesenjangan antara Transfer Facility (TTF) – tolok ukur Belanda untuk pipa gas di Eropa – dan harga LNG dunia.

Namun, ternyata gagasan pembatasan harga telah memecah belah negara-negara UE selama berbulan-bulan. Usulan terbaru Komisi akan diperdebatkan oleh para menteri energi dari 27 negara Uni Eropa pada Kamis (24/11/2022).

Mereka yang menolak mengemukakan beberapa kekhawatiran, termasuk tentang memastikan batas tidak akan mengarah pada peningkatan konsumsi gas, risiko hukum terhadap kontrak jangka panjang yang ada dan mendorong lebih banyak perdagangan ke pasar over-the-counter (OTC) dan negara ketiga, menurut kepada sumber diplomatik.

Meskipun terbagi, negara-negara UE mungkin tidak menyetujui rincian utama sanksi minggu ini, kata sumber itu.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Darurat Gas, Jerman Minta Pembebasan PPN Komisi Eropa

(wow)