liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 27, 2023
Ngeri, Tahun 2022 Tercatat Sejarah Sebagai Tahun Terpanas

Jakarta

Bumi mengalami salah satu tahun terpanasnya, pada tahun 2022. Pada tahun 2022, suhu lautan naik dan lapisan es laut di Antartika mencair ke level terendah.

Ya, tahun lalu adalah tahun terpanas kelima yang pernah tercatat. Pada tahun 2022, rata-rata suhu permukaan global akan menjadi sekitar 0,8 derajat Celcius lebih hangat dari rata-rata abad ke-20. Analisis ini dipresentasikan oleh badan antariksa Amerika Serikat NASA.

Sedangkan menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), 2022 adalah tahun terhangat keenam di Bumi. Meskipun posisi kedua lembaga sedikit berbeda, kedua analisis tersebut menggambarkan situasi mengkhawatirkan yang sama dari pemanasan yang terus berlanjut di jantung perubahan iklim Bumi.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Perbedaan antara kelima dan keenam di peringkat kami adalah seratus derajat Celcius. Kami berusaha untuk tidak membuat terlalu banyak penilaian spesifik. Tapi kuncinya adalah tren jangka panjang, dan tampaknya tren ini sangat konsisten dari catatan ke catatan, ” kata Gavin Schmidt, direktur Institut NASA Goddard untuk Studi Luar Angkasa.

Dikutip dari NBC News, laporan NASA dan NOOA sama-sama menyimpulkan bahwa sembilan tahun terakhir adalah periode terhangat di Bumi sejak pencatatan suhu dimulai pada 1880.

Para ilmuwan setuju bahwa dunia telah menghangat sekitar 1,1 derajat Celcius sejak akhir 1800-an. Oleh karena itu, dalam Perjanjian Paris 2015 ditetapkan bahwa manusia harus membatasi pemanasan hingga 1,5 derajat Celcius untuk menghindari dampak perubahan iklim yang paling merusak.

Tren saat ini tampaknya menunjukkan bahwa Bumi mungkin kehabisan waktu untuk mengejar target tersebut. Ada kemungkinan bahwa pada tahun tertentu suhu global rata-rata dasawarsa dapat melonjak lebih dari ambang batas 1,5 derajat. Namun tren yang lebih mengkhawatirkan adalah ketika laju pemanasan berlanjut selama beberapa dekade.

Sebuah laporan besar dari Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim PBB memperkirakan bahwa pemanasan global dapat melebihi 1,5 derajat Celcius pada sekitar tahun 2040.

Efek pemanasan global sudah dirasakan di seluruh dunia, mulai dari banjir dahsyat tahun lalu di Pakistan hingga gelombang panas yang memecahkan rekor di Eropa dan Asia, serta kekeringan yang terus berlanjut di seluruh dunia. Studi telah menunjukkan bahwa pemanasan global akan menyebabkan kejadian cuaca ekstrem seperti ini meningkat.

Analisis NOAA juga merupakan alarm tentang ‘kesehatan’ lautan dunia. Kandungan panas lautan mencapai rekor tertinggi tahun lalu, melampaui rekor yang ditetapkan untuk tahun 2021. Para ilmuwan secara rutin memantau panas lautan karena air yang lebih hangat berkontribusi pada pengasaman laut, kenaikan permukaan laut, dan cuaca ekstrem.

Suhu pada tahun 2022 juga terus mempengaruhi lapisan es laut di kutub bumi. Cakupan es laut tahunan rata-rata Antartika menyusut menjadi 4,1 juta mil persegi, mendekati rekor terendah yang ditetapkan pada tahun 1987. Sementara itu, Arktik mencatat cakupan es laut rata-rata tahunannya sebesar 4,1 juta mil.

Administrator NASA Bill Nelson menyebut temuan laporan itu sebagai seruan untuk bertindak. “Iklim pemanasan kita sudah menunjukkan tanda-tanda: kebakaran hutan semakin parah, badai semakin kuat, kekeringan mendatangkan malapetaka dan permukaan laut naik,” kata Nelson.

Simak video “Gara-Gara Cucunya, Luhut Janji Tidak Membuat Kebijakan yang Merugikan Generasi Muda”
[Gambas:Video 20detik]

(rns/rns)