liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
February 3, 2023
NASA Kembangkan Roket Bertenaga Nuklir, Terbang ke Mars Jadi Lebih Cepat

Jakarta

NASA mengumumkan rencananya untuk berkembang roket daya nuklir. Roket baru ini dapat mengurangi waktu tempuh dari Bumi ke Mars.

Dalam pengumumannya, NASA mengatakan telah bermitra dengan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) untuk mengembangkan dan mendemonstrasikan mesin roket bertenaga nuklir di luar angkasa pada tahun 2027.

Proyek ini bertujuan untuk mengembangkan sistem propulsi baru di luar angkasa yang berbeda dari sistem kimiawi yang telah digunakan sejak awal peroketan modern.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Penggunaan roket termal nuklir memungkinkan waktu transit yang lebih cepat, mengurangi risiko bagi astronot,” kata NASA dalam keterangan resminya, seperti dikutip The Guardian, Rabu (25/1/2023).

“Mengurangi waktu transit adalah komponen penting dari misi manusia ke Mars, karena perjalanan yang lebih lama membutuhkan lebih banyak persediaan dan sistem yang lebih kuat.”

Selain perjalanan yang lebih cepat, roket bertenaga nuklir juga memiliki keunggulan lain seperti kapasitas muatan ilmiah yang lebih besar dan daya yang lebih besar untuk instrumentasi dan komunikasi.

Dengan teknologi roket saat ini, lakukan perjalanan dari Bumi ke Mars jarak 123 juta km memakan waktu sekitar tujuh bulan. Belum diketahui berapa banyak waktu yang dapat dipersingkat dengan menggunakan roket bertenaga nuklir, tetapi Administrator NASA Bill Nelson mengatakan hal itu akan memudahkan pesawat ruang angkasa dan manusia untuk bergerak ke luar angkasa dengan kecepatan tinggi.

“Dengan bantuan teknologi baru ini, astronot dapat menjelajah ke dan dari luar angkasa lebih cepat dari sebelumnya – kemampuan kunci untuk mempersiapkan misi berawak ke Mars,” kata Nelson.

Ini bukanlah kali pertama NASA mengembangkan roket bertenaga nuklir. Melalui program Nuclear Engines for Rocket Vehicle Applications (NERVA), NASA berencana menerbangkan astronot ke Mars menggunakan roket bertenaga nuklir pada tahun 1979. Namun program tersebut dibatalkan pada tahun 1972 karena pemotongan anggaran dan ketakutan akan Perang Dingin.

NASA tahun lalu berhasil meluncurkan misi Artemis 1 ke Bulan. Misi ini akan menjadi batu loncatan untuk mendaratkan astronot di Bulan pada tahun 2025, dilanjutkan dengan pendaratan astronot pertama di Mars pada tahun 2030.

Tonton Video “Penampakan Bumi yang Ditangkap Kamera Roket Artemis 1 NASA”
[Gambas:Video 20detik]

(vmp/rns)