liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 26, 2023
Misteri Merger Bank Kurang Modal, Ini Kata Bos OJK

Jakarta, CNBC Indonesia – Realisasi rencana merger atau penggabungan kedua bank tersebut dalam memenuhi modal inti minimum Rp 3 triliun belum diungkapkan. Sebelumnya, Dewan Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan 26 bank telah dikategorikan memenuhi kecukupan modal inti sebesar Rp3 triliun.

Hanya ada satu bank dari Badan Usaha Milik Swasta Nasional (BUSN) yang modal intinya sebelumnya di bawah Rp 3 triliun tidak bisa memenuhi aturan hingga akhir tahun 2022. Yaitu Prima Master Bank yang kini menjadi Kredit Rakyat. Bank (BPR) per 4 Januari 2023 sebagai bentuk sanksi dari OJK.

“Dari 37 bank tersebut, ada yang melakukan penambahan modal, membentuk Kumpulan Perniagaan Bank (KUB), melakukan merger, pengambilalihan, atau mengundang mitra strategis. Secara umum, BUSN sudah memenuhi modal inti minimum sebelum 31 Desember 2022, selain Prima Master Bank,” kata Direktur Humas OJK Darmansyah dalam keterangan tertulis, Senin (9/1/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sebelumnya, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan pemenuhan modal inti dilakukan dengan berbagai cara, mulai dari penambahan modal dari pemegang saham, rights issue, bahkan merger.

“Sayangnya, nama bank yang menggabungkan diri tidak bisa kami sebutkan, merger itu bagian dari aksi korporasi yang harus dikoordinasikan dengan Pak Inarno, jadi tidak bisa kami sebutkan karena akan mempengaruhi harga saham,” jelas Dian dalam surat kabar virtual tersebut. konferensi, Senin lalu (2/1/2023).

Berdasarkan POJK 12 Tahun 2020, bank umum harus memiliki modal inti sebesar Rp3 triliun pada akhir tahun 2022. Selain itu, Dian juga menjelaskan kredit perbankan pada November 2022 meningkat menjadi 11,16% yoy, terutama didukung oleh ekspansi kredit investasi. sebesar 13,15% yoy.

Sedangkan kredit modal kerja dan kredit konsumsi meningkat masing-masing sebesar 11,27% dan 9,10%. Sedangkan berdasarkan mtm, nominal pinjaman bank meningkat sebesar Rp13,96 triliun menjadi Rp6.347,5 triliun.

Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) pada November 2022 tercatat tumbuh 8,78% yoy menjadi Rp7.974 triliun terutama didorong oleh peningkatan tabungan dan deposito.

Likuiditas industri perbankan pada November 2022 berada pada level yang cukup dengan rasio likuiditas yang terjaga. Rasio Alat Likuid/Non Core Deposit (AL/NCD) dan Alat Likuid/DPK (AL/DPK) masing-masing sebesar 134,97% (Oktober 2022: 130,17%) dan 30,42% (Oktober 2022: 29,46%), baik melebihi ambang batas peraturan masing-masing 50% dan 10%.

Risiko kredit terus menurun dengan rasio NPL net perbankan sebesar 0,75% (NPL gross: 2,65%). Di sisi lain, penataan kredit Covid-19 mengalami perkembangan positif dengan mencatat penurunan Rp13,27 triliun menjadi Rp499,87 triliun dengan jumlah nasabah juga turun menjadi 2,40 juta nasabah (Oktober 2022: 2,53 juta nasabah).

Net Open Position (NOP) November 2022 tercatat sebesar 2,05 persen, jauh di bawah ambang batas 20 persen. Rasio Kecukupan Modal (CAR) industri perbankan tercatat meningkat menjadi 25,49% dari posisi Oktober 2022 sebesar 25,08%.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Langkah Terakhir, OJK Akan Paksa Merger Bank Bermodal Kurang

(ayy/ayy)