liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 26, 2023
Putin Perintahkan Gencatan Senjata Perang Rusia-Ukraina

Jakarta, CNBC Indonesia – Sejak perang dengan Ukraina, Rusia menjadi sasaran serangkaian sanksi oleh Amerika Serikat (AS) dan Barat. Termasuk larangan impor minyak mentah dan larangan produksi minyak nasional.

Tetapi Rusia berusaha bertahan dari situasi ini. Presiden Vladimir Putin telah mendesak produsen minyak dalam negerinya untuk mengalihkan pasokan ke pasar lain seperti Asia dan Amerika Latin, dan diketahui telah meningkatkan pengiriman ke China dan India.

Berbicara pekan lalu, Wakil Perdana Menteri Alexander Novak mengatakan produsen minyak Rusia tidak kesulitan mengamankan kesepakatan ekspor meskipun ada sanksi. Namun ia juga menambahkan, masalah utamanya adalah tingginya diskon pada benchmark internasional dan naiknya biaya pengiriman.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sementara itu, seorang sumber senior Rusia mengomentari dampak sanksi Barat. Dia mengatakan kepada Reuters bahwa embargo produk minyak akan berdampak lebih besar.

“Embargo produk minyak akan berdampak lebih besar daripada pembatasan minyak mentah,” katanya seperti dikutip Reuters, Sabtu (21/1/2023).

Sumber juga menambahkan lebih banyak pasokan ke minyak mentah Rusia. Meski tidak banyak kapasitas penyimpanan untuk produk ini.

Sebagai informasi, minyak mentah akan lebih mudah diekspor dibandingkan produk olahan. Termasuk bisa melakukan perjalanan lebih jauh ke Asia dan Amerika.

Broker BCS Ron Smith mengatakan hal yang sama. Menurutnya, ekspor produk jauh lebih kompleks dari sisi logistik dibanding minyak mentah.

“Asumsi kami, gabungan kedua sanksi itu akan mengurangi produksi minyak Rusia dan total ekspor sekitar 1 juta barel per hari pada akhir (kuartal pertama) 2023,” katanya.

Sumber senior Rusia mengatakan penurunan sensor untuk media diproyeksikan menjadi 15% tahun ini. Tahun lalu produksi minyak negara meningkat 2% menjadi 272 juta ton dan kemungkinan akan turun menjadi 230 juta ton pada tahun 2023.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Aduh! Begini Jadinya Jika Putin Meninggal Mendadak

(kata benda)