December 1, 2022
Mengenal Sesar Cimandiri Penyebab Gempa Cianjur: Bentuk & Petanya

Jakarta

BMKG mengungkap penyebabnya Gempa Cianjur M 5.6 merupakan pergerakan dari Sesar Cimandiri. Berikut penjelasan ilmiahnya.

Penjelasan tersebut disampaikan Kepala BMKG Dwikorita. Ia mengatakan, penyebab gempa Cianjur diduga karena pergerakan Sesar Cimandiri.

Gempa yang terjadi berpusat di sekitar Sukabumi-Cianjur. Kejutan ini disebabkan oleh patahan geser. “Gempa itu akibat patahan geser dengan magnitudo 5,6,” kata Dwikorita.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Orang juga bertanya-tanya apakah itu Sesar Cimandiri. Dihimpun detikINET dari berbagai sumber, Selasa (22/11/2022) dengan penjelasan sebagai berikut:

Apa itu Sesar Cimandiri?

Menurut situs ESDM, yang dimaksud dengan patahan adalah bidang rekahan yang disertai dengan pergeseran relatif dari satu blok batuan ke blok batuan lainnya. Istilah kesalahan disebut juga kesalahan.

Sedangkan pengertian Sesar Cimandiri adalah sesar aktif atau sesar yang terletak di Jawa Barat dengan orientasi ke arah Timur Laut dan Barat Daya. Definisi tersebut mengacu pada jurnal UGM yang berjudul “Analisis dan Interpretasi Sesar Cimandiri Jawa Barat Menggunakan Data Anomali Gravitasi Topex Free Air, CMT Earthquake Focus Mechanism dan BMKG Earthquake Catalogue.” oleh Muhammad Adis Suryo W.

Bentuk dan peta kawasan Sesar Cimandiri

Bentuk dan peta luasan Sesar Cimandiri telah beberapa kali dipublikasikan di jurnal. Salah satunya adalah jurnal Unpad “Tektonik Sesar Cimandiri Provinsi Jawa Barat” oleh Iyan Haryanto, dkk. Letak struktur Sesar Cimandiri terbagi menjadi dua, yaitu:

Ruas Barat: terbentang dari Pelabuhan Ratu hingga Bukit Walat
Ruas Timur: membentang dari perbatasan Sukabumi-Cianjur hingga Gunung Tangkuban Perahu (Utara Bandung).
Jalur Sesar Cimandiri melintasi Bukit Jampang, Bukit Warungkiara, Bukit Walat dan Bukit Rajamandala.

Gempa Cianjur yang dangkal tapi dahsyat

Gempa Cianjur pada 21 November 2022 bermagnitudo 5,6. Tapi, efeknya sangat merusak. Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKGDaryono menjelaskan beberapa daerah di Jawa Barat termasuk Cianjur merupakan daerah yang aktif secara seismik dan kompleks sehingga sering terjadi gempa.

Wilayah Sukabumi, Cianjur, Lembang, Purwakarta, dan Bandung merupakan wilayah seismik yang aktif secara tektonik dan kompleks. Daerah ini juga cenderung sering dilanda gempa dangkal. Hal ini karena ada beberapa kerusakan yang ditemukan di daerah tersebut.

“Sehingga kompleksitas tektonik ini berpotensi memicu gempa bumi kerak dangkal. Fakta tektonik seperti ini menjadikan daerah tersebut sebagai daerah yang selalu rawan gempa, dan memiliki karakteristik gempa bumi kerak dangkal,” ujarnya.

Karakteristik gempa bumi kerak dangkal adalah bahwa gempa bumi tidak harus cukup besar untuk menimbulkan kerusakan. Sebagai contoh, Gempa Cianjur pada 21 November 2022 dengan magnitudo 5,6 dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan karena dangkal, kedalamannya hanya 10 km.

“Karena rata-rata gempanya dangkal ya bisa kurang dari 10 kilometer, bisa kurang dari 15 kilometer, dan tidak membutuhkan tenaga yang besar, misalnya di atas (magnitudo) 7, tapi kekuatan (magnitudo). 4, 5, 6 dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan. signifikan,” jelasnya.

Simak Video “Mengenal Sesar Cimandiri Penyebab Gempa Cianjur”
[Gambas:Video 20detik]

(fay/fyk)