December 1, 2022
Menanti Risalah The Fed, Wall Street Dibuka Cerah

Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa saham Amerika Serikat (AS) dibuka menghijau pada Rabu (23/11/2022) pagi waktu New York, di tengah investor menunggu risalah rapat The Fed sebagai indikasi laju kenaikan suku bunga ke depan.

Dow Jones Industrial Average naik 44 poin atau 0,13%, sedangkan S&P 500 naik 0,03% dan Nasdaq Composite naik 0,11%.

Data klaim pengangguran datang lebih tinggi dari yang diharapkan, mencatatkan 240.000 untuk pekan yang berakhir 19 November di mana para ekonom memperkirakan 225.000. Ini menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja mulai melemah.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Namun, pada saat yang sama, pesanan barang tahan lama untuk Oktober lebih kuat dari perkiraan, sebesar 1%, lebih tinggi dari perkiraan 0,5%.

“Psikologi investor tetap optimis mendorong reli di pasar ini,” kata Eugene Profit, CEO di Profit Investments, pada Closing Bell: Overtime hari Selasa seperti dikutip CNBC International.

“Memasuki pertemuan Fed berikutnya, saya pikir Fed mungkin akan sedikit memoderasi bahasa mereka, dan saya pikir investor ingin tetap optimis, dan mengabaikan banyak tantangan di pasar ini,” tambahnya.

Di sisi ekonomi, investor akan memeriksa risalah pertemuan terbaru The Fed pada hari Rabu untuk mengetahui pendekatan bank sentral terhadap kebijakan moneter menjelang pertemuan Desember.

Sebelumnya pada bulan November, bank sentral menyetujui kenaikan 0,75 poin persentase keempat berturut-turut yang membawa suku bunga ke level tertinggi sejak 2008. Ekonom memperkirakan kenaikan setengah poin persentase pada bulan Desember, dan kenaikan suku bunga yang lebih kecil tahun depan.

Berdasarkan alat FedWatch CME Group, kemungkinan suku bunga naik 50 basis poin (bps) menjadi 4,25% – 4,5% pada bulan Desember sekarang menjadi 75,8%, sementara itu naik 25 basis poin menjadi 4,5 – 4,75% sebesar 24,2%.

Selain itu, investor akan menganalisis data klaim pengangguran terbaru. Ekonom yang disurvei oleh Dow Jones memperkirakan 225.000 klaim untuk pekan yang berakhir 19 November, sedikit meningkat dari 222.000 klaim di awal minggu sebelumnya.

Mereka juga mengharapkan data terbaru barang tahan lama dan penjualan rumah baru di bulan Oktober. Barang tahan lama Oktober diperkirakan naik 0,5% dari bulan sebelumnya, menurut perkiraan dari Dow Jones.

Pasar akan tutup pada hari Kamis untuk liburan Thanksgiving dan akan tutup lebih awal pada hari Jumat depan.

TIM PENELITIAN CNBC INDONESIA

Artikel Berikutnya

5 BUMN China Tinggalkan Wall Street

(aduh/um)