liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 27, 2023
Melambung! Harga Emas Sentuh Level Tertinggi 9 Bulan

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga emas naik setelah data inflasi Amerika Serikat (AS) bergerak sesuai ekspektasi pasar. Pada perdagangan Jumat (13/1/2023) pukul 06:12 WIB, harga emas dunia di pasar spot berada di level US$ 1.896,45 per troy ounce. Harga sedikit lemah 0,02%.

Meski melemah pada Jumat pagi hari ini, emas masih berada di level tertinggi sejak April 2022 seperti terbang sehari sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (1/12/2023), emas ditutup menguat 1,1% di level US$ 1.896,86 per troy ounce. Harga tersebut merupakan yang tertinggi sejak 26 April 2022 atau hampir sembilan bulan terakhir.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Harga emas masih menguat 1,6% poin ke poin dalam sepekan. Harga emas juga melonjak 4,8% sementara dalam setahun naik 4,1%.


Harga emas naik setelah AS mengumumkan data inflasi Desember 2022. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan inflasi AS turun menjadi 6,5% (year-over-year/yoy) pada Desember 2022 dari 7,1% (yoy) pada November 2022. terendah sejak Oktober 2021.

Secara bulanan (month-to-month/mtm), AS bahkan mencatatkan deflasi sebesar 0,1% pada Desember. Deflasi ini merupakan yang pertama kali terjadi sejak Mei 2020.

Pergerakan inflasi pada Desember 2022 sejalan dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan inflasi berada pada kisaran 6,4-6,5%.

Penurunan inflasi tentu menjadi kabar positif bagi para pelaku pasar emas. Dengan inflasi yang terus menurun, bank sentral AS The Federal Reserve (The Fed) kemungkinan akan semakin melonggarkan kebijakan moneternya.

Inflasi yang lesu ini menyeret turun indeks dolar AS. Indeks jatuh ke 102,25 kemarin atau terendah sejak empat bulan terakhir. Imbal hasil obligasi pemerintah bertenor 10 tahun juga turun menjadi 3,56%, lebih rendah dari penutupan hari sebelumnya sebesar 3,62%.

Kedua faktor tersebut sangat mendukung harga emas. Dolar AS yang lebih lemah membuat emas lebih murah sehingga terjangkau untuk investasi. Emas juga tidak menawarkan imbal hasil sehingga imbal hasil yang miring akan menguntungkan emas.

“Pelemahan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS mendorong kenaikan harga emas karena kedua faktor tersebut sangat menentukan harga emas,” kata analis Standard Chartered Suki Cooper, dikutip dari Reuters.

Ekonom ING James Knightley mengatakan inflasi telah cukup melambat sehingga ada ruang bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga hanya sebesar 25 basis poin pada Februari 2023.
Jika kenaikan suku bunga lebih moderat maka harga emas bisa terbang lebih tinggi.

Sebagai catatan, harga emas menguat US$267 per troy ounce atau 16,4% sejak awal November 2022 atau sejak terakhir kali The Fed menaikkan suku bunga secara agresif sebesar 75 basis poin.

TIM PENELITIAN CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Suram, Harga Emas Hari Ini Turun Lagi…

(mae/mae)