liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
February 3, 2023
Kode BRI Setelah OJK Minta Bank Tak Buru-buru Tebar Dividen

Jakarta, CNBC Indonesia – Berbagai prestasi gemilang telah diraih oleh bank-bank besar di Indonesia pada tahun 2022. Salah satunya PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) pada tahun 2022 yang diketuai oleh Sunarso melaksanakan langkah transformasi berkelanjutan atau BRIvolution 2.0.

Keahlian Sunarso dalam transformasi ditunjukkan dengan mewujudkan visi BRI untuk menjadi “The Most Valuable Banking Group in South East Asia & Champion of Financial Inclusion” pada tahun 2025. Pencapaian tersebut mulai dari menjadi perusahaan publik terbesar (versi Forbes Global 2000) hingga kinerja yang sangat baik oleh membukukan laba Rp 39,31 triliun dalam kurun waktu 9 bulan.

Direktur Utama BRI Sunarso memberikan apresiasi kepada seluruh warga BRILiaN (karyawan BRI) yang telah memberikan kontribusi terbaiknya.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Saya mengapresiasi jajaran BRILiaN yang telah memberikan kontribusi terbaiknya untuk BRI dan untuk Indonesia. Kami juga mengapresiasi seluruh nasabah UMKM BRI yang berhasil sembuh dari wabah, dan mampu terus tumbuh dan menjadi lebih tangguh,” kata Sunarso, Selasa ( 23/1) /2023).

Menghadapi tantangan di tahun 2023, ia pun berkomitmen untuk melanjutkan transformasi perusahaan dalam memperkuat ekosistem layanan pelanggan yang berfokus pada segmen retail.

Sunarso mengatakan, strategi ini terus dilakukan dengan terlebih dahulu mengubah sisi liabilitas sehingga mendukung pertumbuhan yang berkelanjutan secara efisien. Hal ini tercermin dari pangsa CASA di BRI yang meningkat dua digit sebesar 10,22% yoy pada kuartal III 2022.

Dengan demikian, porsi CASA BRI secara konsolidasi pada periode yang sama mencapai 65,43%. Strategi ini juga efektif menekan beban bunga dan biaya dana BRI. Beban bunga turun 9,12% yoy, dan cost of fund BRI secara konsolidasi juga terus turun menjadi 1,94%.

Kedepannya, Sunarso menambahkan layanan digitalisasi melalui mobile banking BRImo juga akan menjadi leader perusahaan dalam mengakselerasi pertumbuhan transaksi di segmen retail.

“BRI juga terus memperkuat retail transaction banking dengan memanfaatkan jaringan kami yang luas di seluruh Indonesia yang didukung oleh proses bisnis digital,” jelasnya.

Sebagai informasi, di tahun 2022, BRI telah mencatatkan berbagai capaian dan tonggak baru dalam menciptakan nilai bagi pemangku kepentingan.

Berikut 10 capaian BRI di tahun 2022:

1. Mempertahankan predikat “Perusahaan Publik Terbesar Dunia di Indonesia” dan Meningkatkan Posisi.

BRI dinobatkan sebagai perusahaan publik terbesar di Indonesia dalam peringkat Forbes 2022 Global 2000 “World’s Largest Public Company in Indonesia”. Sedangkan untuk tingkat internasional, BRI berada di peringkat 349 dunia atau naik dari peringkat 362 tahun lalu.

Ada tujuh perusahaan publik di Indonesia yang masuk dalam daftar tersebut, dan 4 di antaranya adalah perusahaan milik negara. Untuk meraih posisi prestisius tersebut, ada 4 aspek yang dinilai oleh Forbes yakni dari aspek penjualan, laba, aset, dan nilai pasar.

2. Raih Untung Rp 39,31 Triliun dalam Sembilan Bulan

BRI mampu membukukan laba Rp39,31 triliun atau tumbuh 106,14% YoY dalam sembilan bulan pertama tahun ini. Meski mencapai 3 triwulan, pencapaian laba ini merupakan yang tertinggi bagi BRI dan perusahaan di Indonesia. Strategic Feedback BRI dalam mengoptimalkan bisnis di tengah tantangan dinamika ekonomi global dan inflasi merupakan kunci utama di balik keberhasilan perusahaan dalam memperoleh laba.

3. Transaksi BRImo Capai Rp 2.669 Triliun

BRI terus menerapkan komitmen kuat pada transformasi digital untuk memberikan kemudahan akses layanan perbankan kepada masyarakat. Fasilitas layanan yang diusung melalui aplikasi super BRImo juga mendapat respon positif dari masyarakat.

Hal ini terlihat dari jumlah transaksi keuangan melalui BRImo yang mencapai Rp2.669 triliun atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, dengan total transaksi mencapai 1,83 miliar transaksi. Sebagai perbandingan langsung, pengguna BRImo juga meningkat 68,46% yoy menjadi 23,85 juta pengguna pada Desember 2022.

4. Dorong Inklusi Keuangan, Jumlah Agen BRILink Capai 627 Ribu

BRI terus mendorong pengembangan layanan Agen BRILink untuk mendorong inklusi dan mendekatkan layanan kepada masyarakat. Jumlah Agen BRILink per Desember 2022 telah mencapai 627 ribu agen, meningkat 24,6% yoy.

Total jumlah nasabah yang bertransaksi melalui Agen BRILink mencapai 1,08 miliar transaksi, dengan total transaksi Rp1.298 triliun, naik 13,5% yoy.

5. Mengintegrasikan 34 Juta Pelanggan Ultra Mikro dan 1.000 Smile Outlet

Satu tahun sejak berdirinya Ultra Micro Holding antara BRI dengan PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), integrasi layanan lokasi dengan SENYUM (Pusat Layanan Ultra Mikro) kini telah mencapai 1.003 lokasi. Melalui SENYUM, Holding Ultra Micro telah berhasil mengintegrasikan lebih dari 34 juta pelanggan ultra mikro dan kemudian memberdayakan mereka untuk meningkatkan bisnis mereka.

6. Menyelamatkan 3,9 Juta UKM

BRI melaksanakan restrukturisasi kredit COVID-19 untuk menyelamatkan usaha UMKM dengan peringkat tertinggi 3,9 juta nasabah pada September 2020 dengan nilai Rp256,1 triliun. Kini, restrukturisasi kredit di BRI terus menurun sejalan dengan pemulihan ekonomi. Posisi pada triwulan III 2022, restrukturisasi kredit di BRI turun menjadi 116,45 triliun.

Jumlah nasabah yang mengalami peningkatan sebanyak 2,5 juta nasabah, menyisakan 1,4 juta nasabah yang masih menjalani restrukturisasi. Hal ini diikuti dengan kemampuan BRI menjaga kualitas aset yang terlihat dari penurunan Loan at Risk (LAR) dan Non Performing Loan (NPL). Angka LAR BRI pada triwulan III 2022 diketahui sebesar 19,3% atau turun signifikan dibandingkan periode September 2021 yang mencapai 25,62%.

7. Pembiayaan Berkelanjutan di BRI Capai Rp 671 Triliun

BRI juga terus memperkuat komitmennya sebagai role model implementasi Environmental, Social & Governance (ESG). Komitmen yang solid tersebut diwujudkan melalui pencapaian pembiayaan berkelanjutan di BRI yang mencapai Rp671,1 triliun atau setara dengan 66,6% dari total pinjaman yang dikeluarkan pada triwulan III tahun 2022.

8. ‘BRI Plants’ Salurkan 700.000 Bibit Pohon & Berlanjut Hingga 1,75 Juta

Tak hanya itu, BRI juga melanjutkan inisiatif “BRI Tanam” yang telah menyalurkan 700 ribu bibit produktif kepada nasabah KUR dan Kampung BRILian. Dengan target 1,75 juta anakan hingga akhir tahun 2023, BRI Menanam diperkirakan mampu menyerap 108.065 ton Co2 pada tahun ke-5 sejak program diluncurkan pada Agustus 2022.

9. BRILiaN Village Berdayakan Lebih Dari 2.182 BRILiaN Village

Kampung BRILian merupakan program inkubasi yang bertujuan untuk menghasilkan role model dalam pembangunan desa. Pembangunan desa tentunya melalui penerapan praktik kepemimpinan desa yang unggul dan semangat gotong royong untuk mengoptimalkan potensi desa berdasarkan Sustainable Development Goals (SDG’s).

Hingga Desember 2022, BRI telah memberdayakan lebih dari 2.182 Desa BRILiaN di seluruh Indonesia, dan 425 di antaranya merupakan desa wisata.

10. Kumpulkan Lebih Dari 170 Penghargaan

BRI mendapatkan pengakuan dan apresiasi dari berbagai institusi melalui pencapaian 170 penghargaan baik di dalam maupun luar negeri pada tahun ini. Jumlah penghargaan meningkat secara signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Hanya dalam waktu 9 bulan, keuntungan BRI mencapai Rp 39,31 triliun

(rah/rah)