liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
June 1, 2023
Mantan Karyawan Ungkap Rencana Mengerikan TikTok 'Kuasai Dunia'

Jakarta

Tik tok kembali menjadi sorotan setelah pengakuan mantan karyawan perusahaan induk TikTok, ByteDancemengklaim bahwa perusahaan China berusaha untuk mencuri dan mengambil keuntungan dari konten orang lain di seluruh dunia, termasuk Facebook dan Instagram.

Yintao Yu, nama mantan karyawan itu, menggugat ByteDance dengan tuduhan bahwa raksasa media sosial itu diawasi oleh Partai Komunis China dari kantor pusatnya di Beijing. Mantan eksekutif itu juga mengatakan mereka berbagi data milik Amerika Serikat dengan pemerintah China.

Selain itu, Yu mengatakan dalam keluhannya bahwa ByteDance memanfaatkan pengguna palsu untuk membesar-besarkan metriknya dan berfungsi sebagai alat propaganda yang berguna bagi Partai Komunis China.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Dikutip dari News Nation Now, Yu menuding ByteDance memecatnya setelah mengungkap rencana mengerikan perusahaan. Menanggapi hal tersebut, ByteDance membantah tudingan tersebut.

“Kami berkomitmen untuk menghormati kekayaan intelektual perusahaan lain, dan kami memperoleh data sesuai dengan praktik industri dan kebijakan global kami,” kata pernyataan resmi ByteDance.

Klaim ini dibuat kurang dari dua bulan setelah CEO Tik tok Shou Zi Chew bersaksi di hadapan anggota parlemen di Capitol Hill, AS dan membantah klaim bahwa pemerintah China memiliki akses ke data milik 150 juta orang Amerika dengan aplikasi tersebut.

CEO TikTok Shou Zi Chew bersaksi di depan anggota parlemen di Capitol Hill, AS. Foto: AFP via Getty Images/OLIVIER DOULIERY

“Saya tidak melihat bukti bahwa pemerintah China memiliki akses ke data itu. Mereka tidak pernah meminta kami, dan kami tidak memberikannya kepada mereka. Saya tidak melihat bukti apa pun tentang hal ini terjadi,” katanya kepada anggota parlemen dan penyelidik. .

Masih terkait isu tersebut, Kementerian Luar Negeri China pada Rabu (10/5) menuding AS sengaja menyebarkan disinformasi mengenai potensi risiko keamanan TikTok menyusul laporan di Wall Street Journal bahwa Komite Penanaman Modal Asing di AS, yang merupakan bagian dari Departemen Keuangan AS, mengancam akan melarang AS menentang aplikasi tersebut kecuali pemiliknya di China melepaskan pegangannya. Selain itu, pemerintahan Joe Biden telah melarang TikTok dari semua perangkat federal.

Bytedansi menanggapi gugatan tersebut, dengan mengatakan, “Kami berencana untuk menentang keras apa yang kami yakini sebagai klaim dan tuduhan tidak berdasar. Tuan Yu bekerja untuk ByteDance, Inc., selama kurang dari setahun,” tegas mereka.

Tonton Video “Perusahaan Induk TikTik PHK Ratusan Pekerja”
[Gambas:Video 20detik]

(rns/afr)