December 2, 2022
Lindungi Remaja dari Penguntit, Aturan Privasi Instagram Diperketat

Jakarta

Meta memiliki langkah-langkah baru untuk meningkatkan aturan privasi di Facebook dan Instagramterutama untuk melindungi pengguna remajanya.

Langkah yang diambil Meta adalah mengubah pengaturan privasi standar untuk akun Facebook remaja dan membatasi fungsi pengiriman pesan dari orang dewasa ke remaja di Instagram dan Facebook.

Di Facebook, Meta akan mengubah pengaturan privasi default untuk akun yang dibuat oleh remaja di bawah usia 16 tahun. Dengan perubahan ini, informasi seperti daftar teman, kiriman yang ditandai, halaman yang diikuti, dan akun akan secara otomatis dialihkan ke “pengaturan yang lebih pribadi”.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Hanya saja aturan baru ini hanya akan berlaku untuk akun yang baru dibuat. Sedangkan akun remaja yang sudah ada hanya akan “dicolek” oleh Meta untuk menggunakan setting yang sama.

Langkah serupa sebenarnya sudah diterapkan Meta di Instagram sejak 2021, yakni dengan meningkatkan privasi akun milik remaja, seperti dikutip detikINET dari Engadget, Kamis (23/11/2022).

Yang terakhir adalah cara Meta mencegah orang dewasa yang mencurigakan untuk dapat menghubungi remaja melalui jaringannya. Di Facebook Meta akan memblokir orang-orang yang mencurigakan ini dari fitur “orang yang mungkin Anda kenal”, dan di Instagram Meta akan menghapus tombol pesan di profil akun remaja.

Sayangnya, Meta tidak menjelaskan secara gamblang cara yang digunakan untuk menentukan orang-orang yang dianggap mencurigakan tersebut. Mereka hanya menyebutkan bahwa salah satu faktor yang dinilai adalah apakah pernah diblokir atau dilaporkan oleh akun remaja.

Meta juga bekerja sama dengan National Center for Missing and Exploited Children (NCMEC) untuk membuat platform global yang berfungsi mencegah penyebaran foto intim remaja tanpa persetujuan.

Platform global akan diluncurkan pada pertengahan Desember, dan akan memiliki fungsi serupa dengan sistem serupa yang sebelumnya dibuat untuk orang dewasa. Cara kerjanya adalah remaja dapat melaporkan gambar di perangkat mereka yang tidak ingin mereka bagikan.

Kemudian NCMEC akan membuat kode khusus untuk gambar tersebut dan kemudian menerapkannya ke database perusahaan seperti Facebook. Dari sana, Facebook akan dapat mendeteksi jika gambar serupa diposting ke platform mereka, dan dapat segera menghapusnya.

Tonton Video “Tiktok Menjadi Aplikasi Paling Banyak Diunduh di Asia Tenggara”
[Gambas:Video 20detik]

(asj/asj)