liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 27, 2023
Kabar Gembira! Eropa Diramal Tak Bakal Alami Resesi

Jakarta, CNBC Indonesia – Memasuki tahun 2023, dunia dikhawatirkan akan mengalami resesi. Gejolak ekonomi dan PHK massal juga menghantui. Amerika Serikat (AS) dan Eropa diprediksi mengalami kontraksi ekonomi setidaknya selama dua kuartal berturut-turut.

Namun, kini ada kabar baik. Jajak pendapat terbaru menunjukkan Eropa dapat menghindari resesi tahun ini. Semua berkat harga energi yang lebih rendah dan pembukaan kembali ekonomi China.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Consensus Economics menunjukkan bahwa Eropa diperkirakan akan mencatat pertumbuhan 0,1% tahun ini.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Anna Titareva, ekonom USB seperti dikutip Financial Times Minggu (22/1/2022) mengatakan bahwa saat ini risiko resesi Eropa kurang dari 30%, jauh lebih rendah dari proyeksi yang diberikan tahun lalu hingga 90%.

“Mengurangi gangguan pasokan, pasar tenaga kerja yang kuat dan lebih banyak penghematan telah membuat ekonomi zona euro lebih tangguh. Eropa juga berhasil memenuhi pasokan gasnya dalam beberapa bulan terakhir,” kata Titavera.

Harga gas juga turun tajam, kembali ke tingkat sebelum perang Rusia-Ukraina. Hal ini tentunya akan meredakan tekanan inflasi di Benua Biru.

Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) pada World Economic Forum (WEF) di Davos pekan lalu juga mengatakan bahwa wajah perekonomian Eropa kini jauh lebih baik, tidak seperti yang dikhawatirkan sebelumnya.

Pada kesempatan yang sama, wakil direktur pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Gita Gopinath mengatakan keputusan China untuk melonggarkan kebijakan nol Covid-19 menjadi salah satu alasan IMF lebih optimis.

China adalah negara dengan nilai ekonomi terbesar kedua di dunia, ketika ekonominya pulih maka ekonomi dunia juga akan terangkat.

Selain itu, kabar baik juga bisa datang dari Amerika Serikat (AS).

Penurunan inflasi di Amerika Serikat membuat pasar melihat bank sentral AS (The Fed) akan melonggarkan kenaikan suku bunganya.

Inflasi berdasarkan indeks harga konsumen (IHK) AS pada Desember 2022 dilaporkan meningkat sebesar 6,5% year-on-year (yoy), jauh lebih rendah dari sebelumnya 7,1%. CPI juga merupakan yang terendah sejak Oktober 2021.

IHK inti tidak termasuk sektor energi dan pangan juga turun menjadi 5,7% dari sebelumnya 6%, dan berada di level terendah sejak Desember 2021.

Sebelumnya, Institute for Supply Management (ISM) Jumat lalu melaporkan sektor jasa AS mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam dua setengah tahun.

ISM melaporkan bahwa indeks manajer pembelian (PMI) untuk jasa turun menjadi 49,6, dibandingkan dengan 56,5 pada bulan sebelumnya. Angka di bawah 50 adalah kontraksi, sementara di atasnya adalah ekspansi.

Kontraksi ini merupakan tanda ekonomi AS yang semakin gelap di tahun 2023, resesi sedang berlangsung. Sebagai informasi, sektor jasa merupakan penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) AS berdasarkan sektor bisnis. Kontribusinya tidak pernah kurang dari 70%.

Pasar sekarang melihat Fed menaikkan suku lagi sebesar 25 basis poin pada bulan Februari, dan sekali lagi dengan jumlah yang sama sebulan kemudian. Pasalnya, inflasi terus menurun.

Ekspektasi ini lebih rendah dari proyeksi The Fed sebesar 75 basis poin, hingga 5% – 5,75%.

Salah satu pejabat elit The Fed, Christopher Waller, juga telah menyatakan dukungannya untuk kenaikan 25 basis poin pada pertemuan berikutnya pekan depan.

Kenaikan yang lebih rendah dari proyeksi sebelumnya tentu menjadi kabar baik bagi perekonomian AS dan juga dunia. Ini karena AS adalah negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Titik terang ekonomi dunia perlahan akan mulai muncul di awal tahun 2023.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Percepat! Bank Sentral Eropa Naikkan Suku Bunga Referensi 75 Bps

(pap/pap)