liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 26, 2023
India Vietnam Bakal Jadi Raja Asia 2023, RI Makin Tertinggal

Jakarta, CNBC Indonesia – India dan Vietnam diproyeksikan mencatatkan pertumbuhan tertinggi di antara negara Asia lainnya pada tahun 2023. Kebijakan moneter yang lebih longgar dan lonjakan ekspor diharapkan dapat menjaga mesin pertumbuhan kedua negara.

Bank Dunia dalam laporan terbarunya, Global Economic Prospects edisi Januari 2023 memperkirakan ekonomi India tumbuh 6,6% pada 2023 sedangkan Vietnam tumbuh 6,3%.

Prakiraan pertumbuhan ekonomi India sebenarnya lebih rendah dari prakiraan pada Juni yang sebesar 7,1%. Pertumbuhan ekonomi Negeri Bollywood pada tahun 2023 juga akan lebih rendah dibandingkan tahun 2022 yang diperkirakan mencapai 6,9%.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan Vietnam untuk tahun 2023 juga lebih rendah dibandingkan tahun 2022 yang diperkirakan mencapai 7,2%.

Meski miring, kedua negara tersebut tetap merupakan negara Asia yang mampu mencetak rekor di atas 6%. Selebihnya, hanya mampu tumbuh di kisaran 1-5%.

Mengacu pada laporan Bank Dunia, Vietnam juga menjadi salah satu dari tiga negara di ASEAN yang mampu mencatatkan pertumbuhan lebih dari 7% pada 2022. Selain Vietnam, ada Filipina dan Malaysia yang diharapkan mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 7,2% dan 7,8%.

“Vietnam akan mendapat manfaat dari peningkatan konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekspor yang sangat kuat,” tulis Bank Dunia.

Merujuk data statistik Vietnam, ekspor Negeri Naga Biru itu akan mencapai US$ 342,19 miliar pada 2022, naik dari rekor tahun sebelumnya US$ 336,31 miliar.

Jika Vietnam akan mendapatkan keuntungan dari ekspor, Bank Dunia memperkirakan ekonomi India akan mendapatkan keuntungan dari kebijakan moneter yang lebih longgar dan investasi yang besar.

Bank sentral India menaikkan suku bunga acuan hingga 225 basis poin menjadi 6,25% pada 2022 untuk mengurangi arus keluar dan menjaga stabilitas nilai tukar rupee.

“Kebijakan moneter dan fiskal India diperkirakan akan sedikit miring dibandingkan dengan negara lain. Ini akan mendukung pemulihan ekonomi dan pertumbuhan investasi swasta,” tulis Bank Dunia.

Sedangkan Arab Saudi yang tahun lalu tumbuh sangat baik diperkirakan hanya mampu mencapai 3,7% tahun ini. Bahkan, Negara Gurun diperkirakan tumbuh 8,3% pada 2022. Pertumbuhan ini tertinggi kedua di Asia setelah Irak (8,7%).

China yang merupakan mesin pertumbuhan Asia diperkirakan tumbuh 4,3% pada 2023, lebih rendah 0,9% dari proyeksi Juni lalu. Namun, pertumbuhan China tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun 2022 yang diperkirakan hanya mencapai 2,7%.

Sementara itu, ekonomi Indonesia diperkirakan hanya tumbuh 4,8% pada 2023. Proyeksi ini jauh lebih rendah dibandingkan Juni 2022 yang berkisar 5,3%.

Di antara negara-negara Asia, pertumbuhan masih jauh tertinggal dari India dan Vietnam. Indonesia juga masih tertinggal dari Filipina, Mongolia, Bangladesh, dan Kamboja yang diproyeksikan tumbuh di atas 5%.

Di antara negara-negara besar Asia, Indonesia menempati urutan ketujuh di Asia.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Laporkan Pak Jokowi! Perekonomian RI tertinggal jauh dari negara ini

(hsy/hsy)