liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
February 3, 2023
Heboh Bank Kurang Modal Merger! Pengamat: Percuma

Jakarta, CNBC Indonesia – Rencana Dewan Jasa Keuangan (OJK) menggabungkan kedua bank untuk memenuhi persyaratan modal inti dinilai baik.

Head of Research Schroders Indonesia Liny Halim menyampaikan hal tersebut pada acara Market Outlook 2023 di Ritz Carlton Pacific Place, Jakarta Selatan.

“Konsolidasi atau merger perbankan itu lebih baik. Agar perbankan punya modal dasar. Sekarang semua bank sudah melewati masa pandemi Covid-19. Jadi kalau ke depan ada kejadian yang tidak terduga, modal dasar lebih besar dan tentunya lebih baik. ” pungkas Line. CNBC Indonesia.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Namun, kata Liny, jangan sampai kedua bank yang akan merger itu menjadi bank yang prospeknya buruk.

“Kalau memang mau merger, jangan punya ‘dua bank jelek’. Karena nanti tidak jalan. Kalau merger dengan bank yang modal dasarnya lebih besar, lebih sehat. Jangan hanya punya ‘dua bank jelek’ ,'” dia berkata.

Sebelumnya, OJK menyebut dua bank akan melakukan merger untuk memenuhi modal inti minimal Rp 3 triliun. Namun, hingga saat ini belum terungkap nama dua bank yang memilih bergabung dalam proses konsolidasi tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Begini Cara Bank Banten Memenuhi Modal Inti Rp 3 T

(Zefanya Aprilia/ayh)