liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
February 3, 2023
Gugat Balik dan Menanti CSB Dijemput Paksa


Jakarta

Kasus Jessica Iskandar dan Christopher Stefanus Budianto (CSB) atau Steven memanas. Usai aksi lapor bersama, kini perempuan yang biasa disapa Jedar itu mengajukan gugatan balik atas pencemaran nama baik dengan nilai tak ternilai Rp 60 miliar.

Hal itu diungkapkan pengacaranya, Rolland E Potu, dalam sidang yang diagendakan pembuktian dari CSB.

“Dalam jawaban kami tadi, kami juga mengajukan gugatan balik terhadap Stefanus. Kami mengajukan gugatan balik dengan nominal Rp 60 miliar,” ujar Rolland E Potu saat ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (18/1/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Jessica Iskandar mengatakan, mereka mengajukan gugatan balik karena gugatan yang diajukan CSB terlalu muluk-muluk.

“Dalam tuntutan balik, kami meminta ganti rugi atas gugatan ini dengan tuntutan palsu yang merugikan klien kami dan kami meminta Rp 60 miliar,” kata Rolland E Potu.

“Dengan gugatan ini, pastikan ada perhitungan, klien kami siapkan waktu, otomatis ada pekerjaan yang tidak bisa diambil karena fokus di sini. Nanti juga akan kami buktikan di pengadilan,” lanjutnya.

CSB yang diwakili kuasa hukumnya, Togar Situmorang pun mengaku tidak mempermasalahkan besaran nominal gugatan tersebut. Di sisi lain, ia membandingkan nilai gugatan awal terkait kerugian yang dilaporkan Jessica Iskandar terkait kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan CSB.

Dia menyatakan bahwa perbandingan antara kedua jas itu sangat berbeda.

“Tapi sayang kalau kita ukur dari segi materi terkait gugatan terhadap klien kita, Pak Stefan yang meminta gugatan korban di Polda Metro, maklum Jessica Iskandar pernah jadi korban. lagi-lagi kalau Jessica Iskandar jadi korban, katanya Rp. 9,8 Miliar berbanding terbalik jauh dengan gugatan perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan saat dia mengajukan gugatan baliknya. Jadi campur aduk,” jelas Togar Situmorang.

Pada sesi ini, baik Jessica Iskandar maupun CSB tidak hadir. Namun, sejak kasus ini dimulai, CSB tidak pernah muncul di depan umum atau bahkan menghadiri persidangan.

Hal itu membuat Jessica Iskandar meminta polisi mengeluarkan surat perintah penjemputan paksa CSB atau Steven yang selalu mangkir. Selain itu, berdasarkan informasi disebutkan bahwa Steven berada di luar negeri.

“Terakhir kali ada sidik jari, sekarang sudah dapat SP2HP terbaru, instruksi untuk mendatangkan Steven sudah keluar,” kata Rolland.

“Kenapa? Saya kesini karena dipanggil tidak hadir, jadi ada surat perintah yang harus dibawa,” lanjutnya.

Usai surat perintah keluar dari Polda Metro Jaya, Rolland E Potu mengatakan, Steven tidak bisa mengelak lagi.

“Seperti yang saya katakan, kalau ada yang dituntut polisi itu pemaksaan, tidak ada yang bisa mengelak. Kalau kita koordinasi dengan penyidik, informasi penyidik ​​itu ada di luar negeri,” pungkasnya.

Simak Video “Jessica Iskandar Tuntut Kerugian Rp 50 Miliar oleh CSB”
[Gambas:Video 20detik]
(keledai / wes)