December 1, 2022
Grab Blak-blakan Alasan di Balik Keputusan PHK Karyawan

Jakarta, CNBC Indonesia – Grab Indonesia buka-bukaan soal alasan mengambil keputusan pahit bagi karyawannya yang bekerja di lini bisnis Grab Kitchen. Bisnis ‘dapur sewa’ dianggap tidak konsisten dan terjadi pergeseran ke model bisnis asset light.

Country Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan selama empat tahun bisnis tidak berjalan sesuai harapan. Sehingga, mereka harus membuat keputusan yang sulit agar tidak membebani kinerja keuangan mereka.

“Kalau sudah dicoba, kita sudah coba selama 4 tahun dari 2018 dan masih bertahan di masa pandemi, setelah itu kita tidak bisa melihatnya, ya, itu keputusan yang sangat sulit untuk diambil,” ujarnya di acara tersebut. Acara CEO Forum di Hotel Westin Jakarta, Senin (22/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Menurutnya, perusahaan teknologi digital harus berinovasi sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang menjadi bagian dari pasarnya. Ternyata, produk tersebut tidak mengikuti pangsa pasar.

“Artinya market fit produk tidak sesuai. Dan di dunia bisnis itu wajar. Tapi kami melakukannya dan memastikan selama 4 tahun dan kami membuat keputusan yang sulit,” ujarnya.

Bahkan dalam pengambilan keputusan, kata Neneng, pihaknya tetap berkomunikasi dengan para pedagang.

Langkah sulit ini berdampak langsung pada puluhan karyawan Grab, salah satunya Grab memberikan kesempatan untuk menjajaki posisi yang tersedia di departemen lain.

“Dari karyawannya, karena Grab cukup besar, kami menawarkan untuk mencari di tempat lain. Oleh karena itu, hanya belasan orang yang terpengaruh. Karena ada dua puluh, mereka mengatakan ingin mendapatkan bingkisan dan lain-lain, ada yang benar-benar bagus, saya mengambilnya. . Ada orang yang memilih itu dan mereka mengambil risiko pada hal lain.”

“Dan semua perusahaan saya percaya akan melakukan hal yang sama,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Grab Kitchen akan ditutup pada 19 Desember 2022 setelah empat tahun beroperasi. Chief Communications Officer Grab Indonesia, Mayang Schreiber mengatakan, bagi karyawan yang tidak lagi bekerja di perusahaan, Grab akan memberikan kompensasi dan memenuhi kewajiban sesuai aturan. Selain itu, santunan tambahan juga diberikan di luar santunan wajib.

“Bagi yang putus dengan Grab sesuai ketentuan perusahaan, selain ganti rugi dan pemenuhan kewajiban sesuai aturan,” jelasnya.

“Kami berharap upaya ini dapat membantu para pekerja yang terdampak dalam situasi sulit ini. Atas kebersamaan yang telah dibina, kami sangat berterima kasih kepada semuanya.”

Berikut adalah program kompensasi dan tunjangan tambahan untuk karyawan Grab Kitchen.

1. Kompensasi Tambahan (tidak termasuk kompensasi wajib)

– Tambahan santunan berdasarkan kesopanan perusahaan / Goodwill Payment dengan besaran sesuai kebijakan perusahaan.

– Kompensasi tambahan terkait periode pemberitahuan kepada karyawan/Pembayaran Pemberitahuan.

2. Program Manfaat Tambahan

– Perpanjangan asuransi kesehatan hingga 31 Desember 2022.

– Penarikan dana fleksibel karyawan/GrabFlex.

– Pembayaran sisa hari cuti, untuk cuti tahunan serta cuti hamil dan cuti melahirkan.

– Dukungan konseling melalui Program Bantuan Grabber.

– Peluang untuk mengeksplorasi posisi yang tersedia di bagian lain ekosistem Grab

– Berbagai program pelatihan yang meliputi: perencanaan karir, teknik pencarian kerja, personal branding, dll.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Aduh! Investor GoTo-Grab ini ingin mem-PHK 20% tenaga kerja

(RCI/dhf)