liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 26, 2023
Gini Cerita Mantri BRI Jadi Aktor Inklusi Keuangan di Banjar

Jakarta, CNBC Indonesia – Micro marketer BRI yang lebih dikenal dengan sebutan Mantri memiliki peran penting dalam memberikan berbagai layanan perbankan kepada masyarakat Indonesia hingga ke wilayah 3T. BRI senantiasa memberikan berbagai insentif untuk mendukung pengembangan diri dan peningkatan kinerja.

Widyaningsih Indri Arum Sari, Menteri BRI di Palam, Kecamatan Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan membagikan pengalamannya menjadi yang terdepan dalam melayani kebutuhan nasabah. Profesi ini memungkinkannya untuk meningkatkan ekonomi keluarga sekaligus kesempatan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya literasi keuangan digital.

Perempuan berusia 29 tahun yang memiliki dua orang anak ini mengatakan banyak keuntungan menjadi Menteri BRI. Pertama, diketahui lebih banyak orang memfasilitasi kegiatan sebagai Mantri. Kedua, dari peningkatan pendapatan. Hasilnya, mereka dapat merenovasi rumah mereka dan menyekolahkan anak-anak mereka di sekolah yang bagus.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Ia mengatakan, berkat gelar Mantri, berbagai keinginannya bisa terkabul. Hal itu tak terlepas dari berbagai keuntungan yang didapatnya dari BRI sebagai pemasar mikro. Widyaningsih juga menyampaikan bahwa BRI kerap mengapresiasi berbagai capaian kinerja melalui berbagai benefit dan insentif khusus.

Seperti diketahui, Menteri BRI yang unggul dapat memperoleh berbagai manfaat dan program pengembangan. Selain gaji bulanan, tunjangan hari raya dan hari besar keagamaan, insentif triwulanan, bonus, program kepemilikan sepeda motor, bahkan kepemilikan saham BBRI. Satuan Kerja Mantri dan Mikro yang memiliki kinerja terbaik juga mendapatkan penghargaan SIPK (Exceeding Performance Incentive System) dari BRI dengan berbagai benefit khusus.

Widyaningsih menambahkan, menjadi perawat tidak sembarangan, ada jenjang pendidikan. Hal ini dimaksudkan agar Mantri BRI dapat bersahabat dengan masyarakat. Ada juga edukasi terkait cara menilai agunan, cara menilai pinjaman, dll, semua demi kepentingan melayani nasabah sepenuhnya.

BRI juga melengkapi diri dengan program-program pengembangan untuk terus meningkatkan kinerjanya, salah satunya BRILiaN Leader Development Program (BLDP). Hal ini bertujuan agar BRI Mantri dapat mensosialisasikan dan menghadirkan produk-produk perbankan dengan baik kepada masyarakat.

Ada juga edukasi terkait evaluasi agunan, cara evaluasi pinjaman, dll, semua itu untuk kepentingan full customer service. Dengan begitu, Widyaningsih optimis dapat terus meningkatkan wawasan, keterampilan dan jaringannya sebagai seorang micro marketer.

Selain itu, profesi ini membuatnya semakin dikenal masyarakat, memudahkan aktivitasnya sebagai Mantri. Mobilitas yang tinggi sebagai seorang Mantri juga didukung oleh program kepemilikan sepeda motor yang digagas oleh BRI.

Widyaningsih juga sudah 3 tahun menekuni profesi sebagai petugas pesanan BRI. Awalnya ia bekerja sebagai kasir di BRI KC Martapura sejak tahun 2014. Seiring berjalannya waktu ia mendapat kesempatan menjadi Menteri oleh Kepala Cabang BRI setempat. Peluang ini dianggap sebagai tantangan baru yang menarik.

Tantangan pertama yang harus dihadapi sebagai Menteri BRI adalah tuntutan untuk bisa berbaur dengan masyarakat. Perlu dipahami bahwa pada saat itu masyarakat daerah Palam belum begitu melek dunia perbankan apalagi keuangan digital.

“Kita harus kenal mereka dulu, dan tahu produk (perbankan) apa yang bisa mereka jual (jika jadi Agen BRILILink),” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Minggu (15/1/2023).

Selanjutnya, tantangan kedua adalah meyakinkan masyarakat tentang produk-produk core banking BRI. Pasalnya, rata-rata masyarakat di kawasan Palam selama ini hanya memahami jasa keuangan non bank. Sedangkan jika mereka meminjam ke non bank, mereka mendapatkan pinjaman dengan bunga yang tinggi.

Saat bertugas, Widyaningsih mengaku tidak ada masalah dengan jarak. Hal itu karena KC BRI Martapura sengaja menempatkan paramedis yang dekat dengan tempat tinggal masing-masing paramedis. Tujuannya untuk memudahkan dan mempercepat pemesanan dengan cara yang bersahabat dengan calon konsumen.

Tak hanya aktif sebagai Menteri BRI, ia juga aktif sebagai agen pembangunan digital di desa-desa yang minim literasi digital. Sebagai konselor, ia bertugas mengajari nasabah seluk beluk penggunaan produk keuangan digital perbankan.

Untuk membuat nasabah di wilayahnya lebih melek digital, BRI memberikan kemudahan fasilitas mesin EDC untuk kemudian menginstruksikan nasabah yang menjadi Agen BRILink untuk menggunakan mobile banking.

Berkat usahanya, kini masyarakat di Kawasan Martapura bisa lebih melek digital, khususnya pada produk perbankan. Mereka kini dapat memahami dan lebih mengenal aktivitas perbankan, bahkan ada yang memahami transaksi di luar negeri, seperti ke Singapura, Malaysia, dll.

“Jadi, dari pihak kami bekerja sama dengan Kanwil, kemudian dari Kanwil kami memberikan mereka edukasi agar mereka bisa melakukan pemasaran ke luar negeri. Kami bekerja sama,” ujarnya.

Terakhir, Widyaningsih mengaku senang bisa menjadi bagian dari BRI Mantri di wilayahnya. Bisa menjalankan dua peran sekaligus yaitu menjadi Menteri BRI dan juga menjadi ibu rumah tangga.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

BRI Gelar Kembali Program BRILian Village Batch III 2022

(bulu burung bulbul)