December 2, 2022
Gempa Cianjur Robohkan Sekolahan, Ini Langkah Nadiem

Jakarta, CNBC Indonesia – Gempa bermagnitudo 5,6 yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat pada Senin malam (21/11/2022) menyebabkan kerusakan berbagai fasilitas umum termasuk sarana pendidikan.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) menyatakan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengidentifikasi jumlah tenaga pendidik, tenaga kependidikan, peserta didik, dan sarana pendidikan yang terdampak gempa.

“Kami mohon maaf atas musibah yang dialami saudara-saudara kami di Cianjur dan sekitarnya. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Kami akan menindaklanjuti sesuai informasi resmi yang kami terima,” kata Mendikbud ( Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim dalam keterangan tertulis, Senin (21/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Nadiem mengatakan, dari hasil identifikasi tersebut, Kemendikbud akan mengambil langkah cepat untuk membantu para pendidik, tenaga kependidikan, dan peserta didik serta sarana pendidikan yang terdampak gempa.

“Kemendikbud akan mengambil langkah cepat untuk membantu para pendidik, tenaga kependidikan dan peserta didik serta fasilitas pendidikan yang terdampak agar akses pendidikan tetap tersedia,” imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Cianjur Herman Suherman mengungkapkan gempa tersebut juga mengakibatkan 56 orang meninggal dunia, 40 di antaranya adalah anak-anak.

Diperkirakan jumlah korban akan terus bertambah. Pasalnya, masih banyak warga yang belum dievakuasi akibat terputusnya jalan tersebut.

“Data terakhir, korban tewas mencapai 56 orang dengan 40 di antaranya anak-anak. Sebagian besar anak-anak tertimpa bangunan yang runtuh,” kata Gubernur Cianjur Herman Suherman kepada wartawan, dikutip dari detikcom.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bahkan menyebut sekitar 700 orang luka-luka.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan penjelasan resmi terkait gempa M 5,6 yang berpusat di Sukabumi dan terasa hingga Jakarta.

Menurut BMKG, pusat gempa terletak pada koordinat 6,86° Lintang Selatan; 107,01° BT, atau lebih tepatnya, terletak di daratan di daerah Sukalarang, Sukabumi, Jawa Barat, pada kedalaman 11 km.

Hingga pukul 14.00 WIB, hasil pemantauan BMKG menunjukkan terdapat 15 (lima belas) gempa susulan dengan magnitudo terbesar M4.0.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Gempa M 5,6 guncang Aceh, tidak berpotensi tsunami

(wow)