liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 26, 2023
Bukan tak Mungkin Harga Pertamax Bisa Naik Lagi

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengungkapkan saat ini pihaknya sedang melakukan pembersihan badan keuangan BUMN. Pasalnya, ia menemukan laporan bahwa sebanyak 65% dana pensiun (dapen) BUMN bermasalah.

Dalam rangka aksi bersih-bersih itu, ia aktif berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk mengusut dugaan kasus korupsi di perusahaan milik negara tersebut. Menurutnya, pengungkapan kasus Jiwasraya ini baru permulaan karena banyak dana pensiun di BUMN lain yang juga bermasalah.

“Kemarin saya ingatkan, setelah Jiwasraya, Asabri, sekarang kita ngotot audit investasi dana pensiun milik pemerintah. Kemarin saya lihat bukunya, 35 persen sehat dan 65 persen sakit. Kita harus antisipasi karena jumlahnya bisa cukup besar,” ujar Erick di acara tersebut. rilis hasil Survei Nasional Lembaga Survei Indonesia (LSI), dikutip dari keterangan resmi BUMN, Senin (23/1/2023).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Menanggapi hal tersebut, dia dengan tegas menyatakan tidak akan mentolerir tindakan yang merugikan keuangan BUMN. Karena salah satu visinya sejak awal adalah berkomitmen untuk mengembalikan keadaan BUMN agar lebih transparan dan profesional.

“Untuk masalah pembersihan BUMN, saya kira tidak segan-segan untuk menuntut kasus hukum di BUMN, kasus Jiwasraya tahun 2006 tidak pernah dilakukan, tegas, tapi Alhamdulillah hal ini saya laporkan ke Pak Presiden Joko Widodo dan beliau. sangat mendukung,” tegasnya.

Kasus serupa juga terjadi di Garuda Indonesia dan Waskita Beton. Menurut Erick, kasus yang terjadi di kedua perusahaan tersebut berdampak negatif terhadap keuangan perusahaan. Ia mengaku masalah ini sudah berlangsung lama, namun ia tetap berkomitmen untuk menyelesaikannya agar tidak merugikan negara dan masyarakat.

Foto: Menteri BUMN Erick Thohir saat memberikan sambutan dalam acara Topping Off Indoor Multifunction di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada (13/1/2022). (Ekstrak Layar Youtube KemenPUPR)
Menteri BUMN Erick Thohir memberikan sambutan di Topping Off Indoor Multifungsi Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta pada (13/1/2022). (Ekstrak Layar Youtube KemenPUPR)

“Waskita Beton juga berterima kasih kepada rekan-rekan aparat penegak hukum yang menginformasikan, karena memang dari data saat itu kita melihat seolah-olah ada kecurangan, artinya secara terang-terangan saat itu mereka menerbitkan rights issue, surat utang atau sejenisnya, saya lupa detailnya. tapi sepertinya penggunaannya tidak benar,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan, kondisi keuangan BUMN sudah lama merugi meski baru menjabat sebagai Menteri BUMN. Erick mengatakan, 70% BUMN mengalami kerugian. Oleh karena itu, sebagai bagian dari aksi pembersihan BUMN, pihaknya telah melakukan penyederhanaan jumlah BUMN dari 108 BUMN menjadi 41 BUMN. Menurutnya, perampingan ini menunjukkan hasil yang baik dengan peningkatan kinerja BUMN.

“Keuntungan BUMN waktu saya masuk Rp 13 triliun sekarang Rp 125 triliun dan Insya Allah tahun ini jumlahnya bisa melebihi Rp 200 triliun, artinya Pak dari 13 menjadi 125 hampir 860 persen lebih, nanti masih bertambah,” ujarnya.

Dari 41 BUMN itu, dia memproyeksikan 32 BUMN kini dalam keadaan sehat. Erick mengatakan peningkatan kinerja terletak pada dua kunci utama, yakni aspek kepemimpinan di BUMN dan juga penerapan sistem yang berjalan secara konsisten.

“Inilah hal-hal yang menurut saya mengapa pelaksanaan pemilihan orang-orang baik pada jabatan presiden BUMN itu penting dan tidak ada campur tangan politik, ini yang harus kita jaga,” kata Erick.

Dia menyadari pembersihan ini akan memakan waktu lama karena BUMN sudah lama sakit. Namun menurutnya, hal tersebut dapat diselesaikan secara bertahap dengan memilih pemimpin berdasarkan kepemimpinan yang baik dan sistem yang dibangun mampu mengurangi gejala korupsi.

“Tidak mungkin melakukan perubahan seperti itu berdasarkan kepemimpinan saja, tanpa membangun sistem, atau sebaliknya,” pungkas Erick.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Erick Dorong UKM Bantu Pertamina di Pameran Tong Tong 2022

(wur)