liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 27, 2023
Emiten Crazy Rich Indonesia Jual Surat Utang, Bunganya 9,50%!

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemasok produk petrokimia untuk industri manufaktur Indonesia, PT. Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), kembali menggalang dana melalui penerbitan obligasi atau surat utang senilai Rp1.250.000.000.000 (Satu Triliun Dua Ratus Lima Puluh Rupiah).

Dari dokumen penawaran yang diterima CNBC Indonesia, obligasi tersebut akan terdiri dari tiga tenor, yakni lima tahun dengan tingkat bunga 8,00-8,50% per tahun, tenor tujuh tahun dengan kupon 8,50-9,00% per tahun dan tenor. tahun dengan imbal hasil yang ditawarkan antara 9,00-9,50% per tahun. Yang dibayarkan setiap tiga bulan.

Penerbitan obligasi ini merupakan tahap kedua dari program Obligasi IV Chandra Asri Petrochemical. Peringkat obligasi tersebut diberi label AA- (Double A minus) dari Pefindo.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Kemudian, sesuai penawaran yang diterima CNBC Indonesia, obligasi yang ditawarkan emiten petrokimia tersebut berbentuk net basis atau agunannya bukan aset perusahaan yang dijadikan agunan. Sekadar informasi, contoh basis bersih adalah suatu perusahaan memiliki aset berupa bangunan yang telah dijaminkan kepada bank, sehingga ketika terjadi wanprestasi, hasil penjualan bangunan tersebut tidak dapat dibayarkan kepada pihak pemegang obligasi atau MTN.

Periode book building Obligasi Chandra Asri Petrochemical Tbk Tahap II, dari 20 Januari hingga 3 Februari 2023, serta pembayaran dan distribusi obligasi pada 28 Februari 2023 dan 28 Februari 2023.

Emiten ini berada di bawah kendali PT Barito Pacific Tbk yang memegang 34,63% saham, atau kepemilikan tunggal terbesar dan diikuti oleh SCG Chemical Public Company Limited sebesar 30,57%. Mayoritas, namun bukan pengendali dengan kepemilikan langsung yaitu Prajogo Pangestu sebesar 7,78%, Marigold Resources Pte Ltd (P) 3,92%, dan publik 8,10%.

Di sisi lain, Prajogo Pangestu, salah satu orang terkaya di Indonesia, merupakan pemegang saham mayoritas langsung Barito Pacific Tbk. dengan kepemilikan 70,85%. Artinya, secara keseluruhan Chandra Asri Petro Chemical Tbk berada di bawah kendali Prajogo Pangestu, orang terkaya kelima di Indonesia dengan kekayaan Rp 73 triliun versi Forbes.

Tim Riset CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Terbitkan Global Bond, Sri Mulyani Tarik Utang Rp 39,5 T

(pap/pap)