liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
February 3, 2023
Ekonomi RI Membaik, Ketimpangan Kaya-Miskin Bisa Menurun?

Jakarta, CNBC Indonesia – Pertumbuhan ekonomi Indonesia percaya diri menunjukkan pertumbuhan setiap tahunnya jika tidak termasuk pandemi Covid-19. Namun terlepas dari itu semua, benarkah ketimpangan pendapatan dan kekayaan di Indonesia justru semakin melebar? Mari kita periksa berdasarkan data.

Produk Domestik Bruto (PDB) negara tampaknya selalu memberikan perkiraan optimis yang meningkat dari tahun ke tahun. Kecuali di masa pandemi, sayangnya Indonesia mengalami kontraksi pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 sebesar -2,07 persen.

Hal ini menyebabkan perekonomian Indonesia mengalami deflasi atau penurunan drastis di tahun 2020 karena perkembangan perekonomian Indonesia mengalami pergerakan yang tidak stabil. Perubahan yang terjadi dipengaruhi oleh pandemi Covid-19.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Melihat kontraksi di tahun 2020, pemerintah mengeluarkan strategi kebijakan untuk memulihkan perekonomian Indonesia.


Perekonomian Indonesia pulih pasca pandemi. Bahkan, hal tersebut berhasil menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara dengan ekonomi terbesar di Asia.


Produk domestik bruto (PDB) Indonesia per kapita tercatat US$ 4,3 ribu pada 2021. Nilai ini lebih tinggi dari Vietnam US$ 3,8 ribu.

Jumlah ini meningkat hampir 40% sejak tahun 2001 yang hanya Rp 7,2 juta. Selama dua dekade tersebut, pertumbuhan pendapatan rata-rata penduduk Indonesia meningkat sebesar 3,75% per tahun.

Namun, peningkatan pendapatan penduduk di Indonesia masih menimbulkan permasalahan tersendiri. Hal ini dikarenakan distribusi pendapatan yang tidak merata di antara seluruh penduduk Indonesia sehingga mendorong terjadinya ketimpangan. Benarkah ketimpangan masih berlanjut?

Jika kita melihat data World Inequality Report (WIR) 2022, ketimpangan pendapatan di Indonesia semakin melebar. Dari tahun 2000 sampai sekarang grafik menunjukkan belum ada perbaikan. Data datar, tidak banyak perubahan. Artinya ketimpangan dari waktu ke waktu masih sama dengan sebelumnya.


Dari data tersebut, sepanjang tahun 2021, 10% penduduk Indonesia teratas dalam kelompok ekonomi akan memberikan kontribusi terhadap PDB yaitu sebesar 46,86%, angka ini tidak pernah berubah sejak tahun 2018. Sedangkan penduduk Indonesia berjumlah 50% pada kelompok ekonomi terbawah yang memberikan kontribusi. terhadap PDB, yang setara dengan 12,45% sejak 2018-2021.

Pendapatan kelompok 50% terbawah hanya Rp 22,6 juta per tahun. Nilai tersebut jauh lebih rendah dibandingkan kelompok 10% teratas yang memiliki pendapatan hingga Rp 285,07 juta per tahun.

Jadi, jika dicermati, kemiskinan dan ketimpangan masih cukup kuat bertahan di negeri ini. dibuktikan dengan angka kemiskinan yang masih besar dan rasio gini yang tidak berubah secara signifikan meskipun pertumbuhan GDP dikatakan baik.