December 1, 2022
Catat! 33 PLTU Batu Bara Masuk Daftar List di 'Suntik Mati'

Jakarta, CNBC Indonesia – Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara tegas menyatakan telah membuat daftar pembangkit listrik tenaga batu bara (PLTU) yang masuk dalam “injeksi mati” atau rencana pensiun dini.

Dari catatan Kementerian ESDM, ada 33 PLTU yang masuk dalam daftar tersebut. Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, pihaknya kini tengah melakukan perhitungan dari daftar PLTU tersebut.

“Daftar ESDM ada 33. Tapi bukan berarti sekarang yang 33 pensiun. Kita hitung dulu. Nanti kita pilih yang mana. PLN dan Kementerian ESDM punya pilihan. ADB juga sedang melakukan studi sekarang, dia akan menjadi FS (Qualification Review),” ujar Dadan saat ditemui di JCC, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Sementara itu, kata Dadan, dari daftar 33 PLTU yang ada, ketiga Menteri akan mengambil keputusan. Di antaranya Menteri ESDM Arifin Tasrif, Menteri BUMN Erick Thohir dan juga Menteri Keuangan (Sri Mulyani).

Terbaru, Kementerian ESDM mengusulkan agar PLTU Paiton masuk dalam rencana pensiun dini pembangkit listrik tenaga batu bara. “PLN sudah usul kemarin, PLTU Cirebon lalu Pelabuhan Ratu. Kami juga usulkan PLTU Paiton, tapi itu usulan berdasarkan angka kan? Tapi ada opsi kan berdasarkan kinerja,” jelas Dadan.

Seperti diketahui, dalam penelusuran CNBC Indonesia, PLTU Paiton terletak di Probolinggo, Jawa Timur dengan kapasitas pembangkit 815 Mega Watt (MW).

Sebelumnya, pekan lalu di Bali, PLTU Batubara Cirebon 1 di Kanci, Kabupaten Cirebon milik Cirebon Electric Power (CEP) juga menandatangani rencana pensiun dini. Bank Pembangunan Asia (ADB) bahkan telah menandatangani kesepakatan penghentian PLTU berkapasitas 660 MW.

Upaya pensiunan pembangkit listrik batu bara masuk dalam platform Energy Transition Mechanism (ETM) yang diupayakan Indonesia ke depan. Kesepakatan ini ditandatangani bersama antara ADB, CEP dan PT PLN (Persero), serta Badan Investasi Indonesia (INA) pada saat Grand Launch Platform Nasional Mekanisme Transisi Energi Indonesia (ETM) di Bali, Senin (14/11/2022). .

Selain PLTU Paiton, PLTU Cirebon-1. Ada juga PLTU Batubara Pelabuhan Ratu di Jawa Barat. PLTU berkapasitas 3 x 350 MW ini termasuk dalam skema spin off atau pengalihan kepemilikan dari PT PLN (Persero) ke PT Bukit Asam Tbk (PTBA).

Dengan dialihkannya PLTU Pelabuhan Ratu ke PTBA, masa aktif PLTU akan dipercepat dari semula 23 tahun menjadi hanya 15 tahun. Saat ini, kedua belah pihak masih membahas nilai pengalihan PLTU tersebut.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

PLTU Baru Ilegal Jokowi! Ini jumlah yang masih bisa dibangun

(pgr/pgr)