December 1, 2022
Capai Rp11.454 T, Sri Mulyani Tak Mau Aset RI Cuma 'Tidur'

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati kembali mengingatkan seluruh jajarannya untuk tidak menelantarkan barang milik negara. Sebab, situasi ini hanya akan membebani negara dengan nilai arus yang tinggi.

Total aset negara yang tercatat dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2021 dan diaudit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencapai Rp 11.454,67 triliun. Angka tersebut meningkat 44,7 persen dari rekor tahun 2020 sebesar Rp11.098,67 triliun.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Saya sering bilang kalau tidak dapat aset, percuma. Banyak ruginya,” kata Sri dalam acara Reksa Bandha Awards di Aula Dhanapala, Kementerian Keuangan, Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Dengan nilai total aset negara tersebut, kata Sri Mulyani, negara akan menanggung banyak kerugian jika aset tersebut tidak dimanfaatkan. Ketika suatu aset tidak aktif, biaya pemeliharaan akan muncul karena tidak ada pendapatan dari penggunaannya setelah didirikan.

“Selain habis pembangunannya, kami rugi karena harus menjaga dan kami jaga, kemudian nilainya juga turun dan tidak menghasilkan apa-apa, banyak kerugiannya,” kata Sri Mulyani.

Oleh karena itu, kata Sri Mulyani, ke depan para pemangku kepentingan tidak lagi diperbolehkan hanya meminta anggaran untuk membangun proyek dari kas negara. Sebab, jika tidak ada penghitungan poin konsumsi, hanya akan berpengaruh pada APBN.

“Makanya, kalau mau membangun aset memang perlu perencanaan yang baik. Jangan minta anggaran asalkan aset habis setelah proyek selesai, seperti sudah siap,” ujarnya.

Dana untuk memperoleh aset negara, menurutnya, tidak hanya berasal dari kantong pribadi orang-orang tertentu, tetapi berasal dari uang rakyat melalui pajak, PNBP, bea cukai, atau utang.

“Jadi sering dikatakan kalau dananya dari pajak, dari PNBP yang kita kelola dan sudah menghasilkan aset, keuntungannya lebih besar dari biaya membangunnya. Orang pasti puas, oh ternyata. bahwa uang rakyat telah digunakan dengan baik,” kata Bendahara Negara.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Prakiraan Resesi Dunia 2023, Di Mana Menyimpan Uang?

(mij/mij)