December 2, 2022
Bye Resesi! Ekonomi RI Tumbuh 6,6% Tahun Ini

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini mencapai 6,6%, di tengah ekonomi global yang dibayangi resesi. Situasi ini sejalan dengan situasi ekonomi yang sudah kembali normal setelah lebih dari dua tahun dilanda pandemi Covid-19.

Menurut Sri Mulyani, pertumbuhan yang tinggi tersebut menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi Indonesia lebih baik dibandingkan negara lain. Bahkan, jauh lebih baik jika dibandingkan dengan beberapa negara maju di G20.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Hal ini dirasakan Sri Mulyani karena pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup baik di setiap triwulan.

“Pertumbuhan ekonomi Indonesia selama empat triwulan berturut-turut sudah di atas 5%, sudah 6,6% di atas level sebelum pandemi. Pemulihannya relatif kuat dan cepat dibandingkan negara lain,” jelas Sri Mulyani dalam konferensi APBN Kita, dikutip Jumat (25/2). /11 ). /2022).

Sebagai catatan, pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,6% sebagaimana dimaksud Sri Mulyani merupakan tingkat True GDP kumulatif dari triwulan I hingga triwulan III tahun 2022.

Seperti diketahui, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I 2022 tumbuh 5% (year on year/yoy), meningkat menjadi 5,4% (yoy) pada triwulan II 2022 dan naik kembali menjadi 5,7% (yoy) pada triwulan III. -2022.

Sri Mulyani juga memberikan perbandingan kondisi ekonomi Indonesia dengan beberapa negara maju dan berkembang termasuk Inggris.

Inggris, menurut Sri Mulyani, pulih sangat terlambat dan hingga saat ini masih belum pulih seperti sebelum wabah Covid-19.

“Negara berkembang bisa tumbuh pesat. Thailand dan Jepang masih di bawah level preequity,” jelas Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengungkapkan kinerja ekonomi Indonesia ditopang oleh faktor eksternal yakni neraca perdagangan.

Kinerja ekspor selalu double digit, pada Oktober 2022 meningkat 12,3% dan year to date (ytd) meningkat 30,97%. Sementara itu, impor tumbuh sebesar 17,4% atau ytd meningkat sebesar 27,7%.

“Hal ini meningkatkan dinamika neraca perdagangan Indonesia. Sampai hari ini tercatat surplus US$ 5,7 miliar pada Oktober. Surplus tersebut konsisten selama 30 bulan berturut-turut,” ujar Sri Mulyani.

“Ini hal yang baik yang berdampak positif bagi perekonomian Indonesia, pertumbuhan kita menjadi positif,” ujar Sri Mulyani lagi.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Resesi Dunia Di Depan Mata, Bagaimana Indonesia?

(ha ha)