December 1, 2022
Bukan Rusia-Ukraina, Ada Lagi yang Bikin Jokowi Was-was!

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbicara tentang konflik yang berkembang antara China dan Taiwan. Jokowi khawatir jika kenaikan terus berlanjut akan menambah ketidakpastian global.

Hal itu disampaikan Jokowi dalam kutipan wawancara The Economist yang diunggah di akun Instagram @jokowi, seperti dikutip CNBC Indonesia, Senin (21/11/2022).

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Saya sangat khawatir tentang itu,” kata Jokowi.

Jokowi mengatakan persaingan itu wajar, seperti persaingan antar negara yang dianggap sering terjadi antar negara. Jokowi tidak ingin terjadi konflik antar negara yang justru bisa menimbulkan instabilitas.

Foto: Presiden Joko Widodo mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RRC) Xi Jinping di Hotel Apurva Kempinski Bali, pada Rabu, 16 November 2022. Dalam sambutannya, Kepala Negara menyampaikan apresiasi kepada Presiden atas kehadiran Xi di KTT G20 Bali yang juga merupakan kunjungan pertama ke luar negeri setelah diangkat kembali sebagai Sekjen Partai. (Kris – Biro Pers Sekretariat Presiden)

“Indonesia menginginkan dunia yang damai. Jadi jangan sampai perang di Ukraina tidak terselesaikan, tambah masalah lain di kawasan lain. Ini akan membuat kita semua semakin rumit, menambah sakit kepala kita,” jelasnya.

Sebagai informasi, dalam pertemuan bilateral antara Jokowi dan Presiden China XI Jinping di luar KTT G20, Indonesia sepakat untuk tidak mencampuri urusan negara masing-masing termasuk Taiwan.

Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan Xi Jinping sepakat bahwa kedua negara akan saling mendukung dalam isu-isu yang menyangkut kepentingan inti seperti kedaulatan nasional, keamanan, dan integritas wilayah.

Indonesia sendiri tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Taiwan. Namun, ibu kota Jakarta dan Taipei memiliki hubungan ekonomi dan perdagangan yang terbatas.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Konfirmasi! Jokowi & Xi Jinping Bakal “4 Poin” 26 Juli

(cha/cha)