liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 26, 2023
Belajar Leadership 'Pakai Hati' ala Anwar Ibrahim

Jakarta, CNBC Indonesia – Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan pihaknya akan mengutamakan hati nurani dalam memimpin negaranya. Hal itu diungkapkannya dalam wawancara eksklusif dengan Detik Network, Senin (9/1/2023).

Anwar mengatakan dia berpegang teguh pada ini karena dia telah menghadapi pukulan berkepanjangan dari pemerintahan sebelumnya. Hal ini menyadarkannya akan pentingnya politik dengan nilai-nilai kemanusiaan.

“Bagi saya, itu adalah hati nurani. Jika kita percaya bahwa seseorang telah dizalimi, kita menjadi elemen yang sadar bahwa kita harus mengetuk pintu hati kita dan menciptakan sesuatu yang bermanfaat, walaupun kita harus membayar sesuatu yang sedikit mahal,” kata tokoh itu.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Ini bukan fiksi belaka. Anwar menolak gaji 80.000 ringgit sebagai perdana menteri karena mengakui masih banyak orang miskin, sehingga para pemimpin harus peduli dengan hal ini.

“Semua orang memegang sedikit karena saya ingin menunjukkan bahwa tidak semua tokoh politik tergila-gila pada kekayaan, meski sedikit sulit, Azizah (istri Anwar) dan anak-anak menerima kenyataan itu,” jelasnya.

“Saya kira pimpinan harus memberi contoh yang baik walaupun situasinya sulit tapi kita bisa bertahan. Misalnya masalah pekerjaan, kita selesaikan dengan baik meskipun ada dukungan.”

Selanjutnya, pihaknya juga akan melanjutkan unsur tersebut dalam kepemimpinannya. Ini juga salah satu cara untuk meredam arogansi dan kegilaan kekayaan mental yang kini melanda banyak politikus.

“Orang boleh memukul saya, saya bisa memaafkan mereka. Orang yang mencuri uang saya bisa dimaafkan. Tapi kalau uang rakyat harus dikembalikan,” tegasnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Media Malaysia Resmikan Nama Anwar Ibrahim sebagai PM Baru

(ha ha)