liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
February 3, 2023
Baru Laku Satu, Lelang Aset Jiwasraya Sepi Peminat

Jakarta, CNBC Indonesia – Direktur Lelang DJKN Kementerian Keuangan Joko Prihanto membeberkan penyebab aset PT Asuransi Jiwasraya sulit terjual saat lelang. Pasalnya, aset berupa saham tersebut nilainya fantastis, mencapai Rp 3,488 triliun.

Padahal, aset PT Asuransi Jiwasraya terbagi dalam dua paket, yakni paket alat berat senilai Rp9 miliar dan paket stok senilai Rp3,488 triliun. Joko mengatakan, paket alat berat tersebut sudah terjual pada November 2022, namun pada lelang pertama, paket tersebut belum terjual.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Aset Jiwasraya baru satu kali dilelang, ada dua paket, satu untuk saham dan satu untuk alat berat dijual dengan harga Rp 9 miliar, limitnya kemarin besar dan belum dijual dalam bentuk saham, jadi yang mau lelang ulang sahamnya,” ujarnya dalam jumpa pers DJKN media, Jumat (20/1/2023).

Terkait paket saham Rp 3,4 triliun, Joko mengatakan awalnya ada beberapa pihak yang tertarik untuk membelinya. Namun karena sesuai aturan lelang, jangka waktu pembayaran maksimal 5 hari, mereka keberatan untuk mencairkan nominalnya, sehingga yang disetorkan hanya untuk membayar paket alat berat.

“Waktu pelelangan pertama ada sekitar 5 orang yang hadir dan berminat, tapi waktu pelelangan mereka mengambil sejumlah untuk uang jaminan tapi sampai pelelangan hanya disimpan untuk alat berat. Mungkin karena nilainya cukup besar. dan karena pembayaran paling lambat 5 hari setelah penetapan pemenang lelang,” jelasnya.

“Ini triliunan rupiah, informasi yang kami dapat mungkin di lelang berikutnya mereka bisa menawar, karena masalah mengumpulkan Rp 3,488 triliun,” lanjutnya.

Dia mengatakan, ada pihak yang berkepentingan untuk meminta perpanjangan jangka waktu pembayaran karena jumlah uang yang harus dibayarkan cukup besar. Namun, hal itu tidak bisa dilakukan karena aturan pembayaran lelang sudah ditetapkan, yakni dalam waktu 5 hari kerja.

“Dulu waktu kecil, pengumumannya cuma 6 hari bisa dicairkan atau transfer ke treasury itu tidak mudah. ​​Tapi dari sudut pandang fans, ada yang nanya dan mereka tanya apakah bisa diperpanjang atau tidak. pembayaran dari 2-3 minggu menjadi 1 bulan, waktu itu aturan kami tidak bisa 5 hari kerja,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Hutama Karya Kirim PMN Operasional, Disetujui Kementerian Keuangan?

(mij/mij)