liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 27, 2023
Aset Kripto Juga Bisa Disebut Blue Chip, Ini Karakteristiknya

Jakarta, CNBC Indonesia – Istilah blue chip sudah tidak asing lagi bagi para pemain saham. Blue chips biasanya merupakan saham perusahaan terkemuka dan direkomendasikan untuk investasi.

Namun, saat ini istilah blue chip tidak terbatas pada saham saja, tetapi juga berlaku untuk aset kripto. Aset kripto blue chip adalah aset kripto yang juga sangat baik untuk berinvestasi di instrumen aset kripto.

Pakar Crypto Magic Finance, Panji Yudha menjelaskan, crypto blue chips adalah aset crypto yang memiliki reputasi baik, harga stabil, likuiditas tinggi, dan kapitalisasi pasar yang besar.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

Singkatnya, crypto blue chip adalah aset crypto yang sangat stabil dan unggul di antara aset crypto lainnya, kata Panji dalam keterangannya, Jumat (20/1/2023).

Dikatakannya, aset kripto blue chip memiliki fondasi yang kuat sehingga memiliki pengaruh signifikan terhadap pasar aset kripto karena akan lebih tangguh saat pasar jatuh. Menurut Panji, ada empat ciri utama yang menentukan apakah suatu aset kripto masuk dalam kategori blue chip.

Empat syarat agar aset kripto masuk dalam kategori blue chip:

1. Telah lama beroperasi dan memiliki reputasi yang baik

Hal pertama yang menjadi indikator blue chip adalah aset kripto ini sudah berdiri dan berjalan sejak lama. Rekam jejak menjadi faktor penentu karena aset kripto ini lebih kuat dan lebih tangguh dalam bertahan hidup serta memiliki kehadiran yang lebih besar di pasar.

Selain itu, tim yang menjalankan proyek crypto adalah salah satu indikator kunci keberhasilan aset crypto blue chip. Founder dan tim dengan reputasi yang baik pasti akan lebih dipercaya oleh pasar karena memiliki kapasitas untuk menjalankan proyek crypto.

“Reputasi pendiri dan tim yang baik membuat investor semakin percaya diri untuk menginvestasikan dananya tanpa takut isu buruk dan ancaman penipuan,” kata Panji.

2. Kredibilitas dan Tingkat Penggunaan

Aset crypto dapat diklasifikasikan sebagai blue chip ketika didukung oleh banyak institusi dan institusi terkemuka. Sehingga aset kripto ini menjadi kredibel dan memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi.

Selain itu, tingkat penerimaan menjadi salah satu penentu aset kripto blue chip dalam memasuki pasar sasaran. Tingkatan ini dapat direpresentasikan dengan jumlah anggota masyarakat yang mulai menggunakan suatu teknologi atau inovasi baru dalam kurun waktu tertentu.

Tingkat adopsi berguna untuk melihat seberapa baik suatu teknologi dapat digunakan, dikembangkan dan diimplementasikan.

3. Nilai Kapitalisasi Pasar dan Likuiditas

Nilai kapitalisasi pasar yang tinggi tentu menjadi faktor penting dalam menentukan aset kripto blue chip. Meski belum ada nilai pasti sebagai indikatornya, sebuah aset kripto bisa dikatakan sebagai blue chip jika nilai kapitalisasi pasarnya sangat besar dibandingkan aset kripto lainnya.

Likuiditas juga merupakan indikator yang dapat mempertimbangkan aset crypto sebagai blue chip. Ini karena semakin tinggi likuiditas aset kripto, semakin mudah untuk membeli dan menjual aset tersebut di pasar.

Untuk melihat nilai kapitalisasi pasar dan likuiditas aset kripto, investor dapat memantaunya secara berkala di CoinMarketCap.

4. Volatilitas

Secara umum, aset kripto memang berfluktuasi jika dibandingkan dengan beberapa instrumen investasi lainnya. Namun, ada beberapa aset kripto yang memiliki volatilitas lebih rendah sehingga harganya jauh lebih stabil dibandingkan aset kripto lainnya (kecuali stablecoin yang nilainya dipatok dengan nilai mata uang riil seperti dolar Amerika Serikat).

“Keempat indikator tersebut dapat digunakan secara bersamaan untuk menentukan apakah aset kripto tersebut termasuk blue chip atau tidak,” kata Panji.

Lebih lanjut, dia menyebut saat ini ada dua aset kripto blue-chip yang bisa menjadi pertimbangan investor saat melakukan investasi. Aset Crypto adalah Bitcoin dan Ethereum (ETH) yang dapat dibeli melalui Aplikasi Magic Crypto.

“Ajaib Kripto merupakan platform jual beli aset kripto terpercaya bagi masyarakat Indonesia untuk kegiatan transaksi yang mudah, aman, dan terjangkau, serta telah mendapatkan izin dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti),” ungkapnya.

Bitcoin adalah pelopor cryptoassets di dunia dan merupakan yang pertama menerapkan konsep rantai terdesentralisasi. Dalam perjalanannya sejak keberadaannya di tahun 2009, Bitcoin mengalami fluktuasi harga yang signifikan.

Menurut Panji, sampai saat ini Bitcoin sudah diadopsi di berbagai perusahaan, institusi dan institusi dunia. Bahkan telah menjadi mata uang digital resmi di beberapa negara seperti El Salvador, Panama dan Uruguay.

“Bitcoin masih tergolong baru dibandingkan jenis aset lainnya dan saat ini masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan. Meski begitu, Bitcoin masih mendapatkan kepercayaan publik karena memiliki white paper dengan tujuan yang jelas,” ujar Panji.

Sementara itu, ETH berada di urutan kedua dalam hal nilai kapitalisasi pasar sejak diluncurkan pada tahun 2015. ETH juga memiliki proyek dengan teknologi terkini yang memiliki tingkat adopsi lebih luas daripada Bitcoin, sehingga harus menjadi aset crypto blue chip.

Menurutnya, ETH yang digadang-gadang sebagai induk dari altcoin ini memiliki sekitar 70% altcoin di pangsa pasar aset kripto yang menggunakan jaringan Ethereum.

“Ethereum terus melakukan upgrade untuk menciptakan teknologi yang lebih maju. Seperti proyek The Merge, dengan mengubah sistem kerjanya dari Proof of Work (PoW) menjadi Proof of Stake (PoS), diharapkan blockchain Ethereum menjadi lebih efisien, berkelanjutan. , dan terukur, “kata Panji.

Ia juga menegaskan aset kripto blue-chip memiliki kelebihan, namun tetap ada potensi risiko kerugian. Oleh karena itu, investor harus berhati-hati dan teliti dalam memilih aset kripto mana yang ingin mereka investasikan.

“Ajaib Kripto dapat menjadi platform yang mendukung investasi aset kripto dengan aman dan mudah karena semua aset kripto di Ajaib Kripto telah terdaftar di Bappebti,” pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Semakin Bersemangat, GOTO Ekspansi ke Crypto Exchange?

(rah/rah)