liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 27, 2023
Ambruk 9,36% Sepekan, Harga Batu Bara Terendah 2 Bulan!

Jakarta, CNBC Indonesia – Memasuki minggu kedua tahun 2023, harga komoditas batu bara acuan terpantau turun 9,36% point-to-point pada minggu ini. Padahal jika dilihat dalam sebulan, harga batu bara sudah turun 14,27%.

Sejak awal pekan, lampu batu bara meredup dan mencatatkan pelemahan selama empat hari berturut-turut sejak 6 Januari hingga Rabu (11/1/2023), setelah itu pada perdagangan Kamis (12/1/2023) harga batu bara merangkak naik. 7,65% menjadi US$ 342,9 ton.

Namun nyatanya penguatan ini tidak berlangsung lama. Pada perdagangan akhir pekan ini, harga batu bara terus anjlok 8,9% menjadi US$ 334 per ton.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN


Penurunan harga batu bara minggu ini masih dipicu oleh pertumbuhan ekonomi global yang lebih rendah dan pasokan yang tidak mencukupi yang menyebabkan permintaan batu bara menurun sehingga menekan harga.

Pertumbuhan ekonomi global melemah sejalan dengan lesunya pertumbuhan di Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.

Pertumbuhan China diperkirakan turun menjadi 4,3% pada tahun 2023, dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,2% sedangkan di AS turun menjadi 0,5% dari sebelumnya 2,4%.

China adalah konsumen batubara terbesar di dunia. Pertumbuhan ekonomi China yang lesu akan mempengaruhi harga pasir hitam.

China sebenarnya diharapkan menjadi mesin utama permintaan batu bara setelah Eropa terbebas dari krisis energi. China juga telah setuju untuk mencabut larangan impor batubara Australia.

Namun, kesepakatan dilakukan menjelang libur panjang Imlek sehingga permintaan tidak meningkat.

Di sisi lain, setidaknya ada harapan dari Eropa yang diperkirakan cuacanya akan jauh lebih dingin dari akhir Januari hingga Februari mendatang.

Dilansir dari Bloomberg, suhu udara di Inggris, Eropa Nordik, dan Eropa barat daya akan turun pada akhir Januari hingga Februari sehingga cuaca menjadi lebih sejuk.

Beberapa analis bahkan memperkirakan bahwa sebagian Eropa akan menghadapi “musim dingin yang sebenarnya” dalam beberapa hari mendatang.

Cuaca yang lebih dingin diperkirakan akan meningkatkan penggunaan pemanas ruangan sehingga kebutuhan listrik meningkat. Situasi ini menyebabkan harga gas di Eropa merangkak naik.

Harga gas alam TTF Belanda (EUR) UE menguat 2,24% dari hari ke hari menjadi 66,81 euro per mega-watt hour (MWh). Gas merupakan sumber energi alternatif pengganti gas sehingga harganya saling mempengaruhi.

Pasokan gas telah menjadi masalah utama bagi Eropa setelah Rusia menghentikan pasokan gas ke kawasan itu tahun lalu. Saat ini pasokan gas Eropa masih mencukupi, namun jika temperatur terus turun dan konsumsi listrik meningkat, pasokan bisa berkurang.

Analis dari Energi Danmark menjelaskan, para trader kini fokus mengamati cuaca pekan depan dan dampaknya terhadap permintaan gas. Selain sentimen Eropa, penguatan harga batu bara juga didukung sentimen positif China dan India.

Diperkirakan permintaan batu bara dari China akan meningkat setelah liburan Tahun Baru atau Imlek pada akhir Januari mendatang.

Diketahui, Kementerian Ketenagalistrikan telah meminta utilitas untuk mengimpor dan mencampurkan 6% batu bara impor dan lokal.Impor perlu segera dilakukan untuk mengantisipasi krisis energi dan peningkatan permintaan seiring pemulihan ekonomi.

TIM PENELITIAN CNBC INDONESIA

Artikel Berikutnya

China Lockdown (Lagi), Harga Batu Bara Turun

(aduh/um)