liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
ronin86
cocol77
cocol77
cocol77
maxwin138
March 27, 2023
Ada Tekanan dari 'VOC', Jokowi: Tak Akan Goyah!

Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan Indonesia tidak akan goyah dengan kebijakan yang telah diterapkan. Terutama kebijakan pelarangan kegiatan ekspor bijih nikel dan pengembangan hilir di dalam negeri.

Seperti diketahui, pelarangan kegiatan ekspor bijih dan pengembangan hilir dalam negeri mendapat tekanan dari dunia termasuk Uni Eropa (UE) yang membawa Indonesia masuk dalam sengketa perdagangan dunia di World Trade Organization (WTO).

Presiden Jokowi mengatakan, mineral mentah merupakan program prioritas yang sedang digencarkan pemerintah. Salah satunya adalah mengambil peran transisi energi bersih dan mengurangi emisi karbon untuk mengurangi pemanasan global.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Hilir sumber daya alam menjadi salah satu prioritas investasi kami untuk menyambut ekonomi masa depan yang mengambil peran transisi energi bersih,” kata Presiden pada Saratoga Investment Summit 2023, Kamis (26/1/2023).

Namun diakui Jokowi, program hilirisasi dalam negeri juga menghadapi beberapa tantangan dari beberapa negara di dunia. Namun, mantan Wali Kota Solo itu tidak akan goyah meski di bawah tekanan. “Kami tidak akan pernah goyah di bawah tekanan,” katanya.

Menurut Jokowi, setelah pemerintah resmi menghentikan ekspor bijih nikel ke luar negeri beberapa waktu lalu, pemerintah akan tetap melarang ekspor komoditas mineral mentah seperti bauksit, timah, dan tembaga. Sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan menciptakan banyak lapangan kerja.

“Sebagai rangkaian pertemuan G20 di Bali, kami percaya momentum ini dapat digunakan untuk menangkap peluang investasi ekonomi hijau, seperti pengembangan EBT, mobil listrik, kawasan industri hijau, dan industri ramah lingkungan,” ujarnya.

Kebijakan pelarangan ekspor bijih nikel dan pengembangan hilirisasi sebenarnya mampu meningkatkan nilai tambah ekspor Indonesia. Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi menyebutkan pada 2022, nilai tambah ekspor nikel ke luar negeri mencapai US$ 33,8 miliar atau sekitar Rp 504 triliun (kurs Rp 14.904 per US$).

“Ekspor produk turunan nikel pada 2022 mencapai US$ 33,8 miliar, dampaknya terhadap sektor UKM di daerah penghasil nikel cukup signifikan,” jelas Septian Hario Seto, Deputi Koordinasi Penanaman Modal Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) dalam Pembiayaan Mikro BRI 2023, Kamis (26/1/2023)

Hingga penjajakan itu, Seto menargetkan peningkatan nilai tambah ekspor nikel ke luar negeri tahun ini menjadi US$ 35-US$ 38 miliar. “Ini bisa menggantikan (nilai) ekspor sawit yang terbesar di Indonesia setelah batu bara,” kata Seto.

Inilah yang membawa RI ke WTO

Terungkap, ternyata beberapa pihak yang menggugat Indonesia ke WTO adalah mantan penjajah Indonesia. Anggota Pokja Hilir Minerba Kadin, Djoko Widajatno mengatakan demikian.

Menurut Djoko, anggota Uni Eropa termasuk negara-negara yang pernah menjajah Indonesia di masa lalu. Oleh karena itu, sikap yang diambil Uni Eropa hampir sama dengan apa yang dilakukan VOC pada masa penjajahan Belanda di Indonesia.

“Kini kejadian juga terulang dimana Indonesia dikaruniai Tuhan nikel yang melimpah di bumi Indonesia, khususnya di Sulawesi dan Maluku Utara di Papua yang merupakan komoditas bagus untuk masa depan,” ujarnya dalam acara Closing Bell di CNBC Indonesia . , dikutip Rabu (21/12/2022).

Djoko mengatakan, nikel sendiri dikenal sebagai komoditas strategis di masa depan. Melalui sumber daya mineral tersebut, ekosistem kendaraan listrik berbasis baterai akan dibangun. “Jadi negara-negara yang berusaha membuat masalah ekspor nikel, latar belakang ini sebenarnya ingin menguasai sumber daya alam kita untuk kemakmurannya tapi mereka lupa bahwa Pak Jokowi juga mengatakan mari kita bangun ekonomi dunia dengan semangat kerja sama,” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Tenggat Hilir, Jokowi Siap Perang Melawan WTO

(pgr/pgr)