liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
January 26, 2023
Ada Apa Raja Salman? Ulama Arab Saudi Dijatuhi Hukuman Mati

Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang ulama Arab Saudi dilaporkan menghadapi hukuman mati. Dia adalah Awad al-Qarni, yang juga profesor hukum pro-reformasi terkemuka di negara itu.

Mengutip The Guardian, dia ditangkap selama setahun dan didakwa melakukan penghasutan dan kejahatan terhadap negara. Ini mengikuti vokalnya di Twitter dan WhatsApp.

Dalam dokumen yang dibagikan putranya, Nasser, Qarni disebutkan memuji Ikhwanul Muslimin. Di Saudi, Dewan Cendekiawan Senior telah menetapkan kelompok itu sebagai teroris.

IKLAN

GULIR UNTUK LANJUTKAN KONTEN

“Al Qarni mengaku ikut dalam obrolan WhatsApp, dan dituduh ikut serta dalam video yang memuji Ikhwanul Muslimin,” tulis media Inggris, termasuk kutipan dari dokumen yang dilihat, dikutip Senin (16/1/2023).

“Penggunaan dan pembuatan akun Telegram oleh Al Qarni juga termasuk dalam tuduhan tersebut.”

Al Qarni digambarkan di media yang dikuasai Saudi sebagai pengkhotbah yang berbahaya. Namun, oposisi Riyadh mengatakan Al Qarni adalah seorang intelektual yang penting dan dihormati.

Foto: Ulama Arab Saudi Awad Al-Qarni dijatuhi hukuman mati karena mengunggah kicauannya di akun Twitter miliknya. (Twitter @awadalqarni)
Ulama Arab Saudi Awad Al-Qarni dijatuhi hukuman mati karena mengunggah cuitannya di akun Twitter miliknya. (Twitter @awadalqarni)

Dia memiliki 2 juta pengikut Twitter. Dia sendiri menghadapi hukuman mati bersama ulama lainnya, Salman Odah dan Ali al-Omari.

Sebelumnya, Salma al-Shehab, seorang mahasiswa PhD Leeds dan ibu dari dua anak, menerima hukuman 34 tahun karena memiliki akun Twitter dan mengikuti serta me-retweet pembangkang dan aktivis. Wanita lain, Noura al-Qahtani, dijatuhi hukuman 45 tahun penjara karena menggunakan Twitter.

Selain itu, pada tahun 2018, seorang jurnalis bernama Jamal Khashoggi dilaporkan dibunuh oleh pemerintah. Khashoggi dikenal sebagai sosok yang kerap mengkritik Riyadh.

Kepala advokasi Reprieve untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Jeed Basyouni, mengatakan kasus Al Qarni sesuai dengan tren ulama dan akademisi yang menghadapi hukuman mati karena men-tweet dan mengekspresikan pandangan mereka. Padahal, Al Qarni tidak menyerukan rezim itu digulingkan.

“Kami berbicara tentang jaksa penuntut di bawah bimbingan Mohammed Bin Salman (Putra Mahkota Saudi) yang menyerukan agar orang dibunuh karena pendapat mereka, untuk tweet, untuk percakapan,” katanya.

Belum ada pernyataan dari pemerintah Saudi terkait kabar ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel Berikutnya

Raih Uang Ribuan Triliun, Raja Salman Ciptakan Proyek Raksasa

(sef/sef)